15 Bangunan Terdampak Kebakaran, Pemko Banjarmasin Salurkan Bantuan bagi Korban

BANTUAN: Bantuan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kepada warga yang terdampak kebakaran - Foto Hum

HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN - Pemerintah Kota Banjarmasin menyalurkan bantuan sosial dan logistik tanggap darurat kepada warga terdampak kebakaran di bantaran Sungai Pasar Lama RT 02/RW 02, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Rabu (16/9/2026) sore.

Bantuan tersebut diserahkan langsung Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kepada warga yang terdampak kebakaran yang terjadi pada Rabu dini hari.

Kebakaran tersebut berdampak terhadap 22 kepala keluarga (KK) atau 55 jiwa. Sebanyak 15 bangunan, terdiri atas 14 toko dan satu musala, turut terdampak dalam peristiwa tersebut.

BACA JUGA: Korban Selamat KM Virgo Transport 8 Dapat Bantuan Rp5 Juta dari Muhidin

Saat menyerahkan bantuan, Yamin menyampaikan belasungkawa kepada warga yang menjadi korban. Ia berharap bantuan pemerintah dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi musibah tersebut.

“Tentunya kami atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Banjarmasin turut berbelasungkawa atas terjadinya kebakaran subuh tadi. Kita tidak menginginkan hal ini terjadi, namun ini adalah musibah yang terjadi. Harapan kita, apa yang bisa diberikan oleh pemerintah dapat meringankan beban Bapak-Ibu sekalian,” ujar Yamin.

Ia mengatakan, Pemko Banjarmasin akan terus berkomunikasi dan berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan berikutnya bagi warga yang terdampak.

“Kita berharap Bapak-Ibu dalam menghadapi segala hal tentunya harus sabar. Mudah-mudahan kita akan terus komunikasikan lagi dan bisa memberikan dukungan serta terus memperbaiki keadaan yang terjadi seperti ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Eka Rahayu Normasari mengatakan bantuan yang disalurkan terdiri atas bahan sandang dan pangan dari Dinas Sosial, bantuan senilai Rp3 juta dari Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), serta bantuan Rp500 ribu dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Selain itu, bantuan juga diberikan oleh Kapolresta Banjarmasin. Seluruh bantuan tersebut disalurkan berdasarkan jumlah kepala keluarga yang terdampak.

“Semua ini diberikan kepada kepala keluarga, jadi hitungannya per KK, bukan per jiwa. Karena yang terkena dampak dari musibah ini sebanyak 22 KK atau 55 jiwa,” jelas Eka.

Untuk memenuhi kebutuhan makanan warga, Dinas Sosial juga telah mendirikan dapur umum. Namun, karena lokasi kebakaran berada di kawasan pasar yang masih beraktivitas, makanan untuk warga terdampak disiapkan dalam bentuk bungkusan dan diantarkan kepada penerima.

“Kami sudah mendirikan dapur umum, hanya saja tidak dibangun di sini karena mungkin akan menyulitkan warga. Lokasinya juga merupakan area pasar yang beroperasi setiap hari. Sehingga permakanan yang kami berikan berupa bungkusan untuk makan pagi dan makan siang,” terangnya.

Eka juga mengimbau masyarakat, terutama warga yang tinggal di kawasan bantaran sungai, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, khususnya saat musim kemarau.

Menurutnya, potensi kebakaran dapat berasal dari berbagai sumber, termasuk kompor dan instalasi listrik. Kondisi bangunan warga di bantaran Sungai Pasar Lama yang banyak menggunakan material kayu juga membuat api berpotensi lebih cepat menyebar.

“Harapan kami kepada korban, untuk saat ini yang paling penting adalah tetap waspada. Potensi kebakaran bisa berasal dari kompor maupun listrik. Apalagi rumah-rumah warga di bantaran Sungai Pasar Lama banyak yang berbahan kayu sehingga mudah terbakar,” katanya.

Ia mengingatkan warga untuk memperhatikan penggunaan peralatan listrik, termasuk colokan telepon seluler, kipas angin, dan perangkat elektronik lainnya. Warga juga diminta memastikan aktivitas memasak dilakukan dengan aman.

“Harapannya, dalam musim-musim kemarau ini warga dapat berhati-hati terhadap colokan-colokan, baik colokan HP, listrik, kipas angin, dan lainnya. Juga memperhatikan apabila melakukan aktivitas di dapur seperti masak-memasak,” imbuhnya.

BACA JUGA: Gubernur Kalsel Cek Kawasan Hutan Lindung Liang Anggang

Salah satu korban, Sabri, mengatakan kebakaran bermula sekitar pukul 04.00 WITA dari sebuah kompor gas di salah satu toko di kawasan tersebut.

“Awal mula api dari kompor gas di sebelah sini, bibi yang jualan sayur. Kejadiannya sekitar jam 4 lewat subuh,” ungkap Sabri.

Menurut Sabri, api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Sebanyak 14 toko dan satu musala terdampak dalam kebakaran tersebut.

“Awal mula api dari kompor gas, kemungkinan selangnya bocor dan tiba-tiba meletus yang membuat api berkobar hebat. Barang-barang pun tidak bisa diselamatkan lagi, habis semua di dalam toko,” pungkasnya. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama