![]() |
| KABUT: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalsel - Foto Ist |
HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Kalimantan Selatan menjadi perhatian bagi masyarakat, khususnya pengguna sepeda motor. Selain berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan, kondisi asap yang pekat juga dapat mengurangi jarak pandang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan di jalan.
Data Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan menunjukkan bahwa hingga Juli 2026 tercatat ribuan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Sejumlah laporan menyebutkan kasus mencapai sekitar 7.000 hingga hampir 8.000 kasus, dengan Banjarmasin, Banjarbaru, dan Kabupaten Banjar termasuk wilayah dengan jumlah kasus tinggi. Masyarakat juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar.
Kondisi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak hanya memperhatikan kesehatan, tetapi juga meningkatkan kewaspadaan saat harus berkendara di tengah kabut asap.
BACA JUGA: Gebyar Panutan PKB 2026, Jasa Raharja Kalsel Serahkan Hadiah Emas kepada Wajib Pajak
PT Trio Motor melalui tim Safety Riding mengingatkan pengguna sepeda motor untuk menerapkan prinsip #Cari_Aman dengan menyesuaikan cara berkendara terhadap kondisi lingkungan. Pengendara juga diimbau tidak memaksakan perjalanan apabila jarak pandang sudah terlalu terbatas.
PIC Safety Riding PT Trio Motor, Yoga Prabowo, mengatakan kondisi kabut asap membutuhkan perhatian lebih karena dapat menghambat kemampuan pengendara dalam melihat kendaraan, objek, dan kondisi jalan di depan.
“Kabut asap dapat mengurangi jarak pandang dan menyulitkan pengendara melihat kendaraan maupun kondisi jalan. Karena itu, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, gunakan masker dan pastikan visor helm tetap bersih. Jika pandangan sudah terlalu terbatas, jangan memaksakan perjalanan dan segera mencari tempat berhenti yang aman,” ujar Yoga Prabowo.
Sebelum berkendara, pengendara disarankan memastikan kondisi tubuh dalam keadaan fit. Penggunaan masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik juga dapat membantu mengurangi paparan asap, sedangkan visor helm yang bersih diperlukan untuk menjaga visibilitas selama perjalanan.
Ketika berada di jalan, pengendara perlu mengurangi kecepatan dan memberikan jarak yang lebih panjang dengan kendaraan di depan. Jarak aman yang lebih jauh memberikan waktu reaksi lebih banyak apabila kendaraan di depan melakukan pengereman secara tiba-tiba.
Pengendara juga sebaiknya menghindari manuver mendadak, termasuk menyalip ketika kondisi pandangan tidak memungkinkan. Dalam situasi dengan visibilitas rendah, mengutamakan kestabilan dan kemampuan melihat kondisi sekitar menjadi hal yang lebih penting daripada mengejar waktu tempuh.
Kondisi sepeda motor juga perlu diperiksa sebelum perjalanan. Pengendara perlu memastikan lampu utama, rem, ban, serta komponen pendukung lainnya berfungsi dengan baik.
Penggunaan lampu utama dapat membantu sepeda motor lebih mudah terlihat oleh pengguna jalan lain ketika jarak pandang menurun. Namun, pengendara perlu berhati-hati dalam menggunakan lampu jauh karena pantulan cahaya pada partikel asap berpotensi mengganggu pandangan.
Yoga menambahkan, pengendara perlu mampu mengenali batas aman ketika kondisi kabut asap semakin pekat. Apabila jarak pandang sudah sangat terbatas, menunda perjalanan atau berhenti di lokasi yang aman menjadi pilihan yang lebih baik.
“Keselamatan harus menjadi pertimbangan utama. Jangan karena ingin cepat sampai, pengendara justru mengambil risiko dengan tetap melaju ketika jarak pandang sangat terbatas. Lebih baik berhenti sejenak di tempat yang aman daripada memaksakan perjalanan dalam kondisi yang berisiko,” tambah Yoga.
Imbauan tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menghadapi dampak karhutla. Dinas Sosial Kalimantan Selatan sebelumnya telah meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September 2026, termasuk menyiapkan posko dan fasilitas safe house bagi kelompok rentan.
BACA JUGA: Pegadaian Dorong Pande Emas Banjarmasin Naik Kelas melalui Program Pemberdayaan
Edukasi keselamatan berkendara ini menjadi bagian dari Kampanye Sinergi Bagi Negeri dalam memberikan informasi yang relevan dengan kondisi masyarakat. Melalui edukasi Safety Riding, Trio Motor berupaya mendorong pengendara agar lebih siap menghadapi berbagai situasi di jalan, termasuk kondisi lingkungan yang tidak ideal seperti kabut asap.
Hal tersebut juga sejalan dengan semangat Contribution to The Nation Honda untuk terus membangun kepedulian terhadap keselamatan konsumen dan masyarakat. Melalui kampanye #Cari_Aman, Honda bersama Trio Motor mengajak seluruh pengguna sepeda motor menjadikan keselamatan sebagai kebiasaan dalam setiap perjalanan.
PT Trio Motor mengingatkan masyarakat untuk selalu mempertimbangkan kondisi kesehatan, jarak pandang, dan situasi jalan sebelum berkendara. Dengan menyesuaikan kecepatan, menjaga jarak aman, menggunakan perlengkapan yang tepat, serta tidak memaksakan perjalanan ketika kondisi tidak memungkinkan, pengendara dapat membantu menciptakan perjalanan yang lebih aman.
Sumber: Honda
