![]() |
| KERJASAMA: Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan resmi menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan - Foto Dok |
HABARDIGITAL.COM, BALANGAN – Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Balangan resmi menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balangan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) terkait edukasi kebencanaan.
Penandatanganan berlangsung di Kantor BPBD Balangan, Selasa (12/5/2026) pukul 10.00 WITA dan ditandatangani langsung oleh Kepala Pelaksana BPBD Balangan, H Rahmi, bersama pihak SKB Balangan. Kegiatan tersebut turut disaksikan Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Balangan, Jumaidil Hairi.
BACA JUGA: Ombudsman Kalsel Lakukan Pengawasan Penyelenggaraan Ibadah Haji 1447 H/2026 Embarkasi Banjarmasin
H Rahmi mengatakan kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan edukasi kebencanaan melalui penyusunan modul hingga pelaksanaan pelatihan bagi peserta didik SKB.
“Kemudian pelaksanaan program yang ada di BPBD Balangan seperti SPAB, simulasi, serta program lainnya,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).
Menurutnya, kerja sama tersebut bertujuan mengintegrasikan pendidikan kebencanaan ke dalam program pendidikan nonformal dan informal di Kabupaten Balangan.
Ia menilai SKB memiliki peran strategis karena menjangkau masyarakat hingga ke pelosok desa melalui berbagai program pendidikan luar sekolah.
“Kolaborasi ini penting untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini. SKB punya peserta didik dari berbagai usia, mulai anak putus sekolah, kejar paket, hingga komunitas belajar masyarakat,” ungkapnya.
Melalui kerja sama tersebut, materi kesiapsiagaan, evakuasi mandiri, dan mitigasi bencana akan dimasukkan ke dalam kurikulum pembelajaran SKB.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Percepat Penanganan Dampak Sosial Pembangunan Bendungan Riam Kiwa
H Rahmi berharap program tersebut dapat membekali masyarakat dengan pengetahuan praktis yang bermanfaat dalam menghadapi situasi darurat bencana.
“Dengan kerja sama ini, BPBD Balangan optimistis literasi kebencanaan dapat menyasar kelompok masyarakat yang selama ini belum terjangkau program formal,” tutupnya.
Kerja sama ini juga dinilai sejalan dengan upaya membangun pendidikan sepanjang hayat yang tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana. (mz/ak)
