Pasar Murah Banjarmasin Tekan Inflasi Jelang Hari Besar Keagamaan

PASAR MURAH: Kegiatan dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR - Foto Dok

HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin kembali memperkuat langkah pengendalian inflasi dengan menggelar pasar murah bersubsidi di kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Muara Kelayan, Senin (11/5/2026).

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), khususnya Iduladha, ketika harga kebutuhan pokok cenderung mengalami kenaikan.

BACA JUGA: Whoosh Pangkas Waktu Tempuh Jakarta–Bandung Menjadi 45 Menit

Pasar murah itu turut dihadiri unsur perangkat daerah, distributor pangan, pelaku usaha, stakeholder pengendalian inflasi, serta masyarakat Kota Banjarmasin yang sejak pagi memadati lokasi kegiatan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Banjarmasin, tingkat inflasi pada April 2026 tercatat mencapai 3,62 persen. Kondisi tersebut dinilai berpotensi memberikan tekanan terhadap ekonomi rumah tangga, terutama bagi masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah.

Sebagai langkah mitigasi, Pemerintah Kota Banjarmasin menghadirkan bahan pokok bersubsidi guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah kenaikan harga pasar.

“Pasar murah ini bukan hanya kegiatan rutin, tetapi langkah nyata pemerintah untuk menjaga masyarakat agar tidak terdampak langsung oleh kenaikan harga bahan pokok,” ujar Yamin dalam sambutannya.

Ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi harus dilakukan melalui langkah cepat dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kestabilan harga pangan menjadi faktor penting dalam menjaga kondisi ekonomi daerah tetap aman dan terkendali.

Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan 1.000 paket sembako bersubsidi yang berisi gula pasir 2 kilogram dan minyak goreng 2 liter. Setiap paket mendapat subsidi sebesar Rp24 ribu sehingga masyarakat hanya perlu menebus dengan harga Rp51 ribu.

Selain itu, tersedia pula beras SPHP dan beras premium dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasaran. Kehadiran komoditas pangan dengan harga stabil tersebut dinilai mampu membantu mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga masyarakat menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi saat hari besar keagamaan.

Langkah itu juga menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di tengah tingginya permintaan pasar. Pemerintah menilai ancaman inflasi tidak hanya dipengaruhi kenaikan harga, tetapi juga distribusi barang yang tidak stabil dan potensi kelangkaan komoditas tertentu.

Karena itu, pengawasan distribusi, pemantauan harga pasar, serta penguatan koordinasi dengan distributor dan pelaku usaha terus dilakukan agar masyarakat tetap memperoleh akses pangan dengan harga yang wajar.

BACA JUGA: OJK Kenakan Sanksi Administratif Kepada Indosaku Atas Ketidakpatuhan Dalam Pengelolaan Kegiatan Penagihan

Yamin meminta seluruh perangkat daerah terkait menjadikan pengendalian inflasi sebagai perhatian serius dan berkelanjutan, tidak hanya dilakukan pada momentum tertentu.

“Kami ingin masyarakat benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui program yang membantu kebutuhan mereka secara langsung. Stabilitas harga harus dijaga agar ekonomi masyarakat tetap kuat,” tegasnya.

Melalui kegiatan pasar murah tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin tidak hanya berupaya menekan laju inflasi, tetapi juga membangun rasa aman masyarakat dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama