Paman Kelotok Banjarmasin Bertransformasi Jadi Kapten Kapal

IDENTITAS: Perubahan identitas tersebut ditandai dengan penyerahan dan pemasangan atribut kerja secara simbolis kepada para kapten kapal oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil - Foto Dok

HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus berupaya meningkatkan kualitas sektor pariwisata, khususnya wisata susur sungai yang menjadi ikon Kota Seribu Sungai. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mengubah identitas para paman kelotok menjadi kapten kapal wisata guna menghadirkan layanan yang lebih profesional dan berstandar, Kamis (21/5/2026).

Perubahan identitas tersebut ditandai dengan penyerahan dan pemasangan atribut kerja secara simbolis kepada para kapten kapal oleh Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR, didampingi Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, serta Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, di Banjarmasin Culture Hub.

BACA JUGA: Gubernur Kalsel Dorong Ekosistem Pembayaran Non Tunai Melalui Banua QRIStival 2026

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Disbudporapar Kota Banjarmasin untuk meningkatkan kualitas pelayanan wisata susur sungai melalui pelaksanaan bimbingan teknis (bimtek) bagi para motoris yang kini menyandang predikat sebagai kapten kapal wisata.

Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, menegaskan bahwa perubahan identitas tersebut bukan sekadar pergantian sebutan, melainkan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan martabat profesi serta kualitas pelayanan transportasi wisata air.

“Dengan adanya perubahan ini, mereka bukan lagi paman kelotok, tetapi kita sebut sebagai kapten kapal kelotok wisata yang ada di Kota Banjarmasin,” ujarnya.

Menurut Yamin, para kapten kapal wisata diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih humanis, profesional, dan mengedepankan keselamatan penumpang. Selain itu, mereka juga diminta mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku, termasuk memberikan informasi tarif secara transparan kepada wisatawan.

“Pelayanan yang humanis, penuh etika dan sopan santun, hingga patuh terhadap SOP, termasuk transparansi tarif, saya kira ini semua penting,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang menikmati wisata susur sungai di Banjarmasin.

“Kita ingin pengunjung bisa menikmati susur sungai dengan aman dan nyaman. Kita tunjukkan bahwa masyarakat Banjar menjunjung tinggi etika dan sopan santun. Jangan sampai ke depan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Kota Banjarmasin, Ibnu Sabil, mengungkapkan bahwa sebanyak 80 motoris atau kapten kapal wisata menerima pelatihan serta perlengkapan kerja berupa dua potong seragam, satu topi, dan pin identitas.

Para kapten tersebut merupakan operator kelotok wisata yang beroperasi di kawasan wisata Siring Menara Pandang hingga Patung Bekantan.

“Hari ini sebanyak 80 orang kapten kapal kita berikan atribut masing-masing berupa dua potong baju, satu buah topi, dan pin,” jelas Ibnu.

BACA JUGA: Sistem Kelistrikan Sumatra Berangsur Pulih, PLN Lakukan Penormalan Layanan Hingga Ke Masyarakat

Menurutnya, keseragaman atribut menjadi salah satu langkah untuk membangun citra pelayanan yang profesional sekaligus meningkatkan kepercayaan wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Karena itu, para kapten diwajibkan mengenakan atribut tersebut saat bertugas.

“Setelan ini penting untuk memberikan pelayanan yang lebih nyaman kepada para pengguna atau pengunjung wisata kelotok. Harapan kita, ini bisa menarik lebih banyak wisatawan untuk menikmati wisata susur sungai,” ujarnya.

Melalui program tersebut, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap pelayanan wisata sungai semakin profesional, aman, dan nyaman. Selain meningkatkan pengalaman wisatawan, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta memperkuat posisi Banjarmasin sebagai destinasi wisata sungai unggulan di Indonesia. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama