Komisi II DPRD Kalsel Kawal Transformasi Bank Kalsel Menuju Bank Devisa

KUNJUNGAN: Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Suripno Sumas - Foto Dok

HABARDIGITAL.COM, JAKARTA - DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melalui Komisi II terus mengawal progres kesiapan Bank Kalsel dalam proses transformasi menjadi bank devisa. Pengawalan tersebut dilakukan melalui kunjungan kerja ke Kantor Cabang Bank Kalsel Jakarta, beberapa waktu lalu.

Kunjungan ini dipimpin Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel Suripno Sumas untuk memantau langsung kesiapan teknis, operasional, serta strategi pengembangan bisnis perbankan daerah tersebut.

Suripno menegaskan bahwa pengawasan ini merupakan bagian dari fungsi DPRD di bidang ekonomi dan keuangan, khususnya untuk memastikan kesiapan Bank Kalsel dalam memenuhi arahan pemerintah menuju status bank devisa.

BACA JUGA: Ombudsman RI Soroti Kecelakaan Kereta di Bekasi

Menurutnya, transformasi tersebut memiliki nilai strategis karena berpotensi memperkuat perekonomian daerah serta meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dari pihak Bank Kalsel, Kepala Divisi Dana dan Digital Suwanto menjelaskan bahwa pada Juni 2025 Bank Kalsel telah mengajukan persyaratan menjadi bank devisa kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Secara administratif, persyaratan telah terpenuhi, namun masih terdapat 53 rekomendasi teknis yang harus diselesaikan.

Rekomendasi tersebut mencakup penguatan teknologi informasi, sumber daya manusia, hingga kesiapan operasional. Hingga laporan progres Maret 2026, tingkat penyelesaian telah mencapai rata-rata 74 persen.

Suwanto menyebutkan target penyelesaian seluruh rekomendasi ditetapkan pada akhir Mei 2026, yang akan dilanjutkan dengan simulasi layanan melalui skema mini bank di Cabang Utama Banjarmasin, Cabang Jakarta, dan Cabang Batulicin.

Sementara itu, Kepala Cabang Bank Kalsel Jakarta Muhaimi Ahyat memaparkan bahwa asesmen kesiapan cabang telah dilakukan oleh tim bank devisa pada November 2025. Hasilnya menunjukkan infrastruktur utama, sistem core banking, serta perangkat transaksi valuta asing telah tersedia dan siap digunakan.

Namun demikian, masih diperlukan penguatan pelatihan sumber daya manusia, koordinasi dengan unit teknologi informasi, serta penyelarasan operasional agar layanan devisa dapat berjalan optimal.

Anggota Komisi II DPRD Kalsel Firman Yusi menilai status bank devisa menjadi peluang strategis untuk mengoptimalkan Dana Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) dari Kalimantan Selatan.

Menurutnya, pengelolaan dana ekspor melalui Bank Kalsel akan memperkuat likuiditas, meningkatkan laba perusahaan, dan berdampak langsung pada peningkatan dividen sebagai salah satu sumber PAD.

BACA JUGA: Jasa Raharja: Hak Korban Terpenuhi, Santunan Kecelakaan KRL Disalurkan Cepat

Sebagai tindak lanjut, Suripno Sumas menyampaikan bahwa Komisi II DPRD Kalsel akan mengundang Bank Indonesia untuk audiensi di DPRD Kalsel. Audiensi tersebut bertujuan memperdalam pembahasan mengenai potensi DHE SDA, mekanisme perbankan devisa, serta peluang strategis bagi daerah.

Ia menegaskan, sinergi dengan Bank Indonesia menjadi penting agar transformasi Bank Kalsel menuju bank devisa dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan PAD serta kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama