Pemkab Balangan Terus Bergerak Turunkan Angka Stunting

KOMITMEN: Kegiatan pengukuran dan publikasi stunting - Foto Net


HABARDIGITAL.COM, BALANGAN - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Balangan, adakan kegiatan pengukuran dan publikasi stunting aksi ke tujuh, di Aula Benteng Tundakan, Paringin Selatan, Rabu (25/10/2023).

Kegiatan pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya Kabupaten Balangan untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan desa yaitu hasil pengukuran tinggi badan anak di bawah lima tahun.

BACA JUGA: BPJS Kesehatan Lakukan Transformasi Mutu Pelayanan

Sedangkan publikasi angka stunting digunakan sebagai penguatan kemitraan pemerintah daerah dan masyarakat dalam gerakan bersama untuk menurunkan angka stunting.

Kegiatan dibuka oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Balangan, Rudiansyah Sofyan, dihadiri Kepala Dinkes P2KB Balangan, Akhmad Nasa’i, mitra perusahaan dan tamu undangan lainnya.

Mewakili Bupati, Rudiansyah Sofyan, menyampaikan mengenai stunting di Kabupaten Balangan tentunya harus ada koordinasi bersama untuk bergerak agar target penurunan stunting dapat tercapai hingga menjadi terendah di Indonesia.

BACA JUGA: Bersama Polda Kalsel, Pertamina Gelar Sosialisasi Security Awareness Libatkan Masyarakat

Oleh karenanya untuk mencapai target tersebut, Rudiansyah Sofyan berharap hasil dari survei data gizi nasional di Kabupaten Balangan bisa lebih baik dari sebelumnya.


“Diharapkan dengan adanya studi survei gizi Indonesia ini angka stunting di Kabupaten Balangan bisa turun dari sebelumnya,” harapnya.


Sementara itu, Kepala Dinkes P2KB Kabupaten Balangan, Akhmad Nasa’i, menjelaskan tujuan kegiatan pengukuran dan publikasi ini untuk memperoleh data dari E-PPGBM dan survei data gizi Indonesia.

“Walau sedikit penurunan kasus stuntingnya menurut data E-PPGBM yang merupakan sistem Elektonik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat, yang memuat data hasil pengukuran dan pelaporan gizi yang dientri setiap bulan oleh pengelola gizi dimasing-masing kader posyandu dan puskesmas dan menurut data survei gizi Indonesia masih belum,” jelasnya.(nt/ak)

Lebih baru Lebih lama