OJK Kalsel Bekali Kader HMI Banjarmasin Pengetahuan Keuangan Digital

EDUKASI: OJK Kalsel memberikan edukasi keuangan mahasiswa - Foto Hum

HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menggelar edukasi keuangan bagi 70 anggota dan calon anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Banjarmasin dalam kegiatan Training Tingkat Nasional HMI Cabang Banjarmasin 2026, Jumat (4/9/2026) lalu, di kantor OJK Kalsel.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Bulan Inklusi Keuangan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai pengelolaan keuangan dan kewaspadaan terhadap risiko keuangan digital.

BACA JUGA: Gubernur Kalsel Dampingi Menhut Raja Juli Cek Kawasan Hutan Lindung

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan LMS OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Armansjah, mengatakan edukasi tersebut diharapkan dapat membentuk generasi muda yang cerdas dan kritis dalam mengambil keputusan keuangan.

“Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu menjadi generasi muda yang cerdas, kritis, dan waspada dalam mengambil keputusan keuangan, sekaligus turut menyebarluaskan pemahaman mengenai literasi dan inklusi keuangan di lingkungan organisasi maupun masyarakat,” ujar Armansjah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai pentingnya literasi keuangan digital, termasuk pengenalan karakteristik dan risiko investasi ilegal serta pinjaman online (pinjol) ilegal.

Peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai modus penipuan keuangan digital yang perlu diwaspadai.

"Pengetahuan tersebut diharapkan membantu generasi muda mengenali potensi risiko sebelum menggunakan produk dan layanan keuangan, terutama yang ditawarkan melalui platform digital," tuturnya.

BACA JUGA: Penipuan Daring Rugikan Korban Rp20,94 Miliar, Pemko Banjarmasin Perkuat Keamanan Siber

Melalui edukasi ini, OJK Kalsel mendorong peningkatan literasi keuangan di kalangan mahasiswa agar mereka dapat lebih cermat dalam menilai tawaran investasi, memahami risiko layanan keuangan, serta menghindari praktik keuangan ilegal.

"Selain meningkatkan pemahaman peserta, kegiatan ini diharapkan mendorong penyebarluasan informasi mengenai literasi dan inklusi keuangan kepada anggota organisasi dan masyarakat luas sebagai bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih cakap dalam mengelola keuangan," tukasnya. (ig/ak)

Lebih baru Lebih lama