Ketua DPRD Batola Harap Sekda Baru Kawal Program Prioritas dan Perubahan APBD 2026

PELANTIKAN: Pelantikan Selamat Riyanto, S.STP., M.Ec.Dev., CGCAE, CFrA, GRCP, CGRCP sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batola - Foto Dok

HABARDIGITAL.COM, MARABAHAN - Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) Ayu Dyan Liliana Sari Wiryono menyambut positif pelantikan Selamat Riyanto, S.STP., M.Ec.Dev., CGCAE, CFrA, GRCP, CGRCP sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Batola.

Ayu berharap Sekda Batola yang baru dapat membawa pemerintahan daerah ke arah yang lebih baik sekaligus membantu Bupati Batola dalam mewujudkan visi dan misi pembangunan daerah.

BACA JUGA: KM Virgo Transport 8 Ditemukan Terbalik di Laut Jawa, SAR Fokus Cari Korban

Menurutnya, visi dan misi kepala daerah yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun perlu menjadi acuan dalam menentukan program prioritas pemerintah daerah.

“Pada visi dan misi itu kan ada RPJMD bupati dalam menjabat lima tahun yang bisa menjadi prioritas. Bagi kami DPRD dan pemerintah daerah, dalam hal ini sekretaris daerah selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), tentunya bisa mengawal itu,” ujar Ayu seusai menghadiri pelantikan Sekda Batola, Senin (14/9/2026).

Selain mengawal program prioritas pembangunan, Ayu meminta Sekda yang baru segera melakukan konsolidasi, khususnya terkait pembahasan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Batola Tahun Anggaran 2026.

Ia menilai percepatan diperlukan mengingat saat ini waktu pelaksanaan anggaran telah memasuki akhir triwulan ketiga.

“Mudah-mudahan di sisa waktu yang ada semua bisa dilaksanakan sesuai jadwal karena proses yang dilaksanakan sudah relatif terlambat,” katanya.

Selain persoalan pemerintahan dan anggaran, Ayu turut menyoroti penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Batola.

Ia mengatakan DPRD bersama bupati, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait telah melakukan rapat koordinasi untuk membahas langkah antisipasi, pencegahan, dan penanggulangan karhutla.

DPRD Batola, lanjut Ayu, juga telah melakukan pertemuan bersama jajaran anggota dewan untuk mendukung berbagai langkah yang direncanakan pemerintah daerah dalam menghadapi ancaman karhutla.

“Untuk karhutla ini ternyata Batola tergolong terluas keempat se-Kalsel yang terbakar, terutama pada areal perkebunan jeruk, sawit, padi, dan berbagai jenis pertanian lainnya,” tuturnya.

BACA JUGA: Wali Kota Banjarmasin Langsung Sambangi Pelabuhan Trisakti

Karena itu, Ayu berharap penanganan karhutla menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan Perubahan APBD 2026. Menurutnya, dukungan anggaran diperlukan agar berbagai rencana pemerintah daerah untuk mencegah dan menanggulangi karhutla dapat direalisasikan secara optimal.

“Kami berharap segala yang direncanakan dalam upaya penanggulangan karhutla dapat menjadi perhatian bersama dalam pembahasan Perubahan APBD 2026,” pungkasnya. (ms/ak)

Lebih baru Lebih lama