| TRANSAKSI: Di tengah geliat kawasan wisata yang menjadi salah satu ruang ekonomi masyarakat Banjarmasin itu, transaksi digital perlahan menjadi bagian dari kebiasaan baru - Foto Dok |
HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN - Pagi perlahan beranjak. Aktivitas warga mulai memenuhi kawasan wisata Siring Pasar Terapung Banjarmasin. Di antara lalu-lalang wisatawan dan suara pedagang menawarkan dagangan, transaksi jual beli berlangsung dengan cara yang semakin berbeda.
Jika dahulu sistem barter dan uang tunai pernah mendominasi menjadi alat pembayaran utama, kini telepon seluler dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) mulai mengambil peran. Cukup dengan memindai kode, pembayaran dapat diselesaikan dalam hitungan detik.
Teknologi perbankan bukan hanya milik kalangan besar di perkotaan, tetapi sudah menjangkau pelaku usaha kecil, jurnalis, pekerja lepas, hingga masyarakat umum yang membutuhkan akses keuangan cepat dan aman.
Afdi, salah seorang jurnalis senior di Banjarmasin, pun mengamini hal ini. Baginya yang keseharian melakukan transaksi menggunakan OCTO Mobile CIMB Niaga memberikan kemudahan dalam kehidupannya.
“Kalau belanja, tinggal scan QRIS dari OCTO Mobile, beres. Kadang malah dapat cashback. Hemat dan simpel,” tuturnya, Minggu (27/9/2026).
Tentunya hal tersebut turut berdampak positif bagi Jannah, salah seorang penjual cemilan di kawasan wisata tersebut, perubahan itu bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi melainkan menjadi bagian dari aktivitasnya melayani pelanggan.
“Kalau dulu pelanggan sering bingung mencari uang kembalian, sekarang tinggal scan QRIS. Praktis, aman, dan tidak ribet,” ujar Jannah yang sudah berusia sekitar 45 tahun.
Bagi pedagang kecil seperti Jannah sebelumnya kurang memahami system transaksi seperti digital seperti sekarang, namun baginya persoalan uang kembalian memang kerap menjadi bagian dari transaksi sehari-hari. Kehadiran pembayaran digital membuat proses tersebut menjadi lebih sederhana.
“Pembeli tidak perlu memastikan membawa uang pecahan. Pedagang pun tidak harus selalu menyediakan uang kembalian,” ucapnya.
Di tengah geliat kawasan wisata yang menjadi salah satu ruang ekonomi masyarakat Banjarmasin itu, transaksi digital perlahan menjadi bagian dari kebiasaan baru.
Bukan hanya Jannah, Zaenal, pedagang makanan di kawasan tersebut, juga merasakan perubahan yang sama. Pelanggan yang datang tidak selalu membawa uang tunai dalam jumlah yang cukup. Dengan pembayaran digital, transaksi dapat dilakukan lebih cepat salah satunya menggunakan QRIS dari OCTO Mobile CIMB Niaga saat pembeli bertransaksi di lapaknya.
Bagi Zaenal, kemudahan transaksi berarti lebih banyak waktu untuk memperhatikan dagangan dan pelanggan.
“Sekarang transaksi lebih mudah. Pelanggan tinggal scan QRIS, pembayaran selesai. Saya bisa lebih fokus melayani pembeli dan mengembangkan usaha,” katanya.
Siring Pasar Terapung bukan hanya tempat wisata. Di balik keramaian pengunjung, terdapat aktivitas ekonomi masyarakat yang terus bergerak.
Pedagang buah, makanan, minuman, dan berbagai produk lokal bahkan wisata susur sungai menggunakan armada kelotok (kapal) menggantungkan penghasilan dari transaksi harian dengan wisatawan maupun masyarakat sekitar.
Di ruang ekonomi seperti inilah digitalisasi pembayaran menemukan bentuknya yang sederhana.
Tidak perlu mesin besar. Tidak perlu proses rumit. Sebuah telepon seluler dan kode QR dapat menjadi jembatan antara penjual dan pembeli. Bagi pelaku usaha kecil, kemudahan tersebut memberikan ruang untuk beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen.
Transaksi digital juga dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap uang tunai dalam kegiatan jual beli. Bagi konsumen, pembayaran menjadi lebih praktis. Bagi pedagang, proses pencatatan transaksi dapat dilakukan dengan lebih mudah sesuai fitur layanan yang digunakan.
Bagi Jannah dan Zaenal, teknologi tidak lagi terasa sebagai sesuatu yang jauh dari kehidupan mereka. Teknologi hadir di tempat mereka mencari nafkah, di tengah kesibukan melayani pelanggan.
Selain itu Penggunaan OCTO Mobile CIMB Niaga tidak hanya berkaitan dengan pembayaran menggunakan QRIS. Layanan perbankan digital juga menyediakan berbagai kebutuhan transaksi keuangan melalui perangkat seluler.
Selama 71 tahun, CIMB Niaga terus beradaptasi mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat. Dari transaksi harian hingga kemudahan digital.
Bagi masyarakat yang telah menggunakan layanan tersebut, berbagai aktivitas seperti transfer, pembayaran tagihan, dan kebutuhan perbankan lainnya dapat dilakukan melalui telepon seluler, tanpa harus selalu datang ke kantor cabang.
Kemudahan semacam itu menjadi semakin relevan bagi pelaku usaha yang memiliki mobilitas tinggi. Waktu yang sebelumnya tersita untuk urusan transaksi dapat dialihkan untuk melayani pelanggan dan memikirkan pengembangan usaha.
“Sekarang saya bisa lebih fokus mengurus usaha. Urusan pembayaran menjadi lebih praktis,” ujar Zaenal.
Pengalaman para pedagang di kawasan Siring Pasar Terapung memperlihatkan satu hal sederhana: transformasi digital tidak selalu hadir dalam bentuk teknologi yang rumit.
Kadang, perubahan itu hanya dimulai dari sebuah kode QR yang terpampang di meja dagangan.
Perubahan cara masyarakat bertransaksi merupakan bagian dari perkembangan ekosistem ekonomi digital Indonesia. Pelaku usaha kecil pun menjadi bagian dari perubahan tersebut.
Bagi mereka, kemampuan beradaptasi dengan kebiasaan konsumen menjadi salah satu bagian penting dalam mempertahankan usaha.
| TRANSAKSI: Jannah masih sibuk melayani pembeli. Cemilan tersusun di hadapannya. Sesekali telepon selulernya berbunyi menandakan transaksi telah masuk - Foto Dok |
Tidak ada lagi cerita panjang tentang mencari uang kembalian.
71 tahun adalah perjalanan panjang, kehidupan terus berubah, kebutuhan manusia akan rasa aman, kemudahan, dan kepercayaan tidak pernah benar-benar berubah.
Karena itu, tantangan CIMB Niaga ke depan bukan sekadar menciptakan layanan baru, melainkan bagaimana memastikan teknologi tetap dekat dengan kebutuhan manusia.
Di Siring Pasar Terapung Banjarmasin, perubahan itu terlihat sederhana. Dari tangan Jannah yang melayani pembeli cemilan, dari Zaenal yang sibuk menyiapkan makanan, hingga pelanggan yang cukup mengarahkan kamera ponselnya ke sebuah kode QR.
Sebuah transaksi mungkin hanya berlangsung beberapa detik. Namun, di baliknya ada cerita tentang pelaku usaha kecil yang terus beradaptasi, konsumen yang semakin terbiasa dengan teknologi, dan ekonomi lokal yang bergerak mengikuti zaman.
OCTO Mobile dan QRIS menjadi bagian dari perjalanan tersebut membawa layanan perbankan semakin dekat dengan aktivitas sehari-hari masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, teknologi bukan tentang seberapa canggih sebuah layanan diciptakan. Teknologi menjadi berarti ketika mampu membuat kehidupan terasa lebih mudah dan memberikan ruang bagi manusia untuk terus bergerak maju.
Dari tepian sungai dan riuhnya Siring Pasar Terapung Banjarmasin, sebuah perubahan kecil berlangsung setiap hari.
Sebuah kode QR dipindai. Pembayaran berpindah. Usaha terus berjalan.
Dan dari transaksi-transaksi sederhana itulah, denyut ekonomi masyarakat terus tumbuh. (fs/ak)