Hujan Deras saat Kemarau di Balangan, BPBD: Kemungkinan Dampak Modifikasi Cuaca

TAMPAK: Tampak hujan mengguyur sebagian wilayah di Balangan - Foto Net


HABARDIGITAL.COM, BALANGAN - Hujan deras disertai angin kencang mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Balangan, Senin (24/8/2025) sore. Hujan yang turun di tengah periode puncak musim kemarau tersebut menjadi perhatian masyarakat sekaligus membawa harapan dalam upaya menekan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan, H. Rahmi, menduga hujan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah sekitar Kalimantan. Namun, dugaan tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab langsung hujan yang turun di Balangan.

“Saat ini memang digencarkan modifikasi cuaca di Kalteng dan Kaltim. Kemungkinan besar karena kita dan Tabalong berbatasan langsung dengan Kaltim, ini merupakan dampak operasi dari sana,” kata Rahmi.

Secara nasional, pelaksanaan OMC memang tengah dilakukan di sejumlah wilayah Kalimantan untuk mendukung penanganan karhutla. BMKG juga mencatat adanya kegiatan OMC di Kalimantan Selatan pada 14–24 Agustus 2025 dengan tujuan pembasahan wilayah rawan karhutla.

Rahmi menjelaskan, kondisi tutupan awan di wilayah Kalimantan Selatan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan modifikasi cuaca. Menurutnya, kondisi awan di sejumlah wilayah Kalsel belum selalu mendukung pelaksanaan rekayasa cuaca secara optimal.

Di sisi lain, turunnya hujan memberikan angin segar bagi upaya penanganan karhutla di Balangan. Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Balangan, jumlah titik panas atau hotspot di wilayah tersebut telah mencapai 656 titik.

“Harapan kita dengan turunnya hujan ini bisa menurunkan tensi titik panas, mendinginkan lahan-lahan kita yang tadinya kering agar basah kembali,” ujarnya.

Meski hujan telah mengguyur sejumlah kawasan, BPBD mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Warga diminta tetap berhati-hati terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk membuang puntung rokok sembarangan maupun melakukan pembakaran sampah.

Hujan yang membawa harapan untuk meredam karhutla tersebut juga menimbulkan dampak lain. Intensitas hujan yang disertai angin kencang dilaporkan terjadi di Kecamatan Halong dan menyebabkan sejumlah kerusakan.

Kepala Desa Halong, Ruslani, membenarkan adanya kerusakan akibat terjangan angin kencang. Sejumlah pohon dilaporkan tumbang dan mengenai bagian rumah warga.

“Beberapa pohon bertumbangan dan merobohkan atap teras rumah warga. Tim di lapangan masih mendata kerusakan akibat angin kencang,” jelas Ruslani.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa cuaca dapat berubah dengan cepat meskipun wilayah sedang berada pada periode kemarau. Masyarakat pun diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan deras, angin kencang, maupun dampak turunannya.

Warga yang tinggal di sekitar pohon besar, tiang listrik, atau bangunan dengan konstruksi yang kurang kuat diimbau menghindari lokasi tersebut ketika cuaca buruk terjadi.

BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan potensi bencana maupun titik api di lingkungan sekitar agar dapat ditangani sedini mungkin.

Dengan kondisi cuaca yang dinamis, hujan yang turun di Balangan diharapkan dapat membantu membasahi lahan dan menekan potensi penyebaran karhutla, tanpa mengurangi kewaspadaan masyarakat terhadap ancaman bencana hidrometeorologi lainnya. (ra/fs)

Lebih baru Lebih lama