PPJI Kalsel Siapkan Kepemimpinan Baru, Fokus Tingkatkan Daya Saing Pelaku Jasa Boga

WAWANCARA: Calon tunggal Ketua PPJI Kalimantan Selatan, Muhammad Akbar Utomo Setiawan saat wawancara - Foto Dok


HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN - Perkumpulan Penyelenggara Jasaboga Indonesia (PPJI) Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) mengusung tema "Inovasi Rasa, Integritas Karya Menuju Jasa Boga Profesional dan Berdaya Saing" di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Jumat (24/7/2026).

Musda yang diikuti pengurus PPJI dari 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan tersebut menjadi forum evaluasi kepengurusan selama lima tahun sekaligus agenda regenerasi kepemimpinan organisasi.

Ketua PPJI Kalimantan Selatan, Putra Qomaluddin Attar Nuriqli, mengatakan Musda merupakan forum pertanggungjawaban program kerja satu periode sekaligus memilih ketua baru yang akan memimpin organisasi lima tahun mendatang.


"Musda ini merupakan kegiatan akhir kepengurusan dan estafet kepemimpinan PPJI Kalimantan Selatan yang ketiga. Hari ini seluruh pengurus dari 13 kabupaten/kota berkumpul untuk melaporkan hasil kegiatan selama lima tahun. Salah satu agenda utama adalah memilih kepemimpinan baru. Alhamdulillah, panitia sudah menerima satu pendaftar sehingga ketua baru dipastikan terpilih secara aklamasi," ujarnya.

Qomaluddin menjelaskan, calon tunggal dalam Musda tersebut adalah Sekretaris Umum PPJI Kalimantan Selatan, Muhammad Akbar Utomo Setiawan. Menurutnya, Akbar merupakan salah satu tokoh yang berperan besar dalam perkembangan organisasi hingga kini memiliki kepengurusan di seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
"Beliau ikut merintis organisasi ini. Awalnya PPJI hanya ada di lima kabupaten, kemudian berkembang hingga terbentuk kepengurusan di 13 kabupaten/kota seperti sekarang," katanya.
Ia menegaskan, sebagai organisasi yang menaungi pelaku usaha jasa boga, katering, dan penyediaan makanan, PPJI terus mendorong peningkatan kompetensi anggotanya melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi.

Menurutnya, langkah tersebut bertujuan meningkatkan profesionalisme sekaligus mendorong pelaku usaha jasa boga agar mampu mengembangkan skala usahanya.

"Kami banyak mengadakan pelatihan dan sertifikasi yang dapat meningkatkan nilai profesionalitas, baik bagi perusahaan maupun secara pribadi. Target kami adalah mendorong anggota agar bisa naik kelas atau scale up," tuturnya.

Selain itu, PPJI Kalimantan Selatan juga terus mempercepat pelaksanaan sertifikasi halal bagi pelaku usaha kuliner di seluruh kabupaten/kota sebagai upaya meningkatkan daya saing industri jasa boga di daerah.

Di sisi lain, organisasi tersebut menegaskan komitmennya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai salah satu program prioritas pemerintah. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 48 dapur MBG di Kalimantan Selatan dikelola oleh anggota PPJI.

"Kami sebagai mitra pemerintah sangat mendukung dan berperan aktif dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis. Bahkan PPJI menjadi salah satu pelopor pergerakan MBG di Kalimantan Selatan. Saat ini ada 48 titik dapur yang dikelola anggota PPJI," jelas Qomaluddin.

Sementara itu, calon tunggal Ketua PPJI Kalimantan Selatan, Muhammad Akbar Utomo Setiawan, menyatakan siap melanjutkan berbagai program yang telah berjalan sekaligus memperkuat organisasi melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan keanggotaan.

"Kami akan melanjutkan program yang sudah ada, sekaligus melakukan berbagai peningkatan karena masih banyak pekerjaan rumah PPJI Kalimantan Selatan. Di antaranya memperbanyak pelatihan dan sertifikasi bagi anggota, termasuk memaksimalkan perekrutan anggota baru," ujarnya.


Akbar mengungkapkan, saat ini PPJI Kalimantan Selatan memiliki 128 anggota. Ke depan, pihaknya menargetkan jumlah tersebut terus bertambah seiring peningkatan kompetensi melalui berbagai program sertifikasi, termasuk sertifikasi halal dan sertifikasi profesi.

"Target kami setiap tahun jumlah anggota terus meningkat. Bersamaan dengan itu, seluruh anggota akan kami dorong memiliki sertifikasi halal maupun sertifikasi lainnya agar semakin profesional dan mampu bersaing," katanya.

Terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis, Akbar berharap sinergi antara PPJI dan Badan Gizi Nasional (BGN) semakin kuat sehingga program tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

"Kami berharap sinergi dengan BGN terus diperkuat agar Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan maksimal, tepat sasaran, dan benar-benar memberi manfaat bagi anak-anak di seluruh Indonesia," pungkasnya. (fs/ak)

Lebih baru Lebih lama