Pemkot Banjarmasin Sambangi PLN Pusat, Sampaikan Keluhan Warga soal Pemadaman Listrik

KUNJUNGI: Pemerintah Kota Banjarmasin mendatangi Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta, Selasa (28/7/2026) - Foto Hum

HABARDIGITAL.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Banjarmasin mendatangi Kantor Pusat PT PLN (Persero) di Jakarta, Selasa (28/7/2026), untuk menyampaikan langsung berbagai keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Banjarmasin dan sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan.

Kunjungan tersebut dilakukan atas arahan Wali Kota Banjarmasin, H. M. Yamin HR. Rombongan dipimpin Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda bersama Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ichrom Muftezar, didampingi General Manager PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Iwan Soelistijono. Mereka diterima oleh Vice President Executive Operasi Distribusi Sumatera Kalimantan PT PLN (Persero), Saleh Siswanto.

BACA JUGA: Hj Fathul Jannah Buka Lomba Kreasi MPASI, Tekankan Pentingnya Gizi Seimbang bagi Anak

Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda mengatakan, kedatangan Pemerintah Kota Banjarmasin merupakan bentuk komitmen untuk mengawal aspirasi masyarakat yang terdampak pemadaman listrik.

"Atas instruksi Bapak Wali Kota, kami datang langsung ke PLN Pusat untuk menyampaikan seluruh keluhan masyarakat, mulai dari dampak terhadap UMKM, rumah tangga, sektor usaha, hingga layanan publik. Kami juga meminta penjelasan mengenai penyebab pemadaman, langkah penanganan, serta bentuk kompensasi yang menjadi hak masyarakat," ujarnya.

Menurut Ananda, pemadaman listrik tidak hanya mengganggu pasokan energi, tetapi juga berdampak pada layanan telekomunikasi karena sejumlah Base Transceiver Station (BTS) ikut kehilangan pasokan listrik.

"Dulu ketika listrik padam, sinyal masih bisa digunakan. Sekarang listrik padam, sinyal juga ikut hilang. Kondisi ini membuat aktivitas masyarakat, komunikasi, hingga pelayanan menjadi semakin terganggu," katanya.

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyampaikan berbagai dampak yang dirasakan masyarakat, antara lain kerugian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kerusakan peralatan elektronik, kematian ribuan ternak, serta rusaknya Air Susu Ibu (ASI) yang disimpan di lemari pendingin sehingga tidak lagi layak dikonsumsi.

Dalam pertemuan tersebut, PLN memaparkan kondisi sistem kelistrikan melalui pusat pengendalian operasional (war room). Berdasarkan penjelasan perusahaan, gangguan pasokan listrik disebabkan oleh kerusakan pada tiga pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), yaitu PLTU Asam-Asam, PLTU Stagen, dan PLTU Tabalong. Gangguan tersebut mengakibatkan defisit daya sekitar 250 megawatt (MW) pada sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

PLN menyampaikan bahwa mulai 29 Juli 2026 durasi pemadaman bergilir akan dikurangi menjadi sekitar tiga jam. Selanjutnya, proses perbaikan ketiga PLTU ditargetkan rampung pada 3 Agustus 2026 sehingga sistem kelistrikan diharapkan kembali normal mulai 4 Agustus 2026 tanpa pemadaman bergilir.

"Alhamdulillah, kami memperoleh kepastian bahwa durasi pemadaman mulai dikurangi sejak hari ini. Insyaallah, apabila proses perbaikan berjalan sesuai rencana, pada 4 Agustus kondisi kelistrikan akan kembali normal. Tentu kami akan terus mengawal komitmen ini agar benar-benar terealisasi," kata Ananda.

BACA JUGA: Intermediasi Keuangan Kalsel Tumbuh Positif, Kredit Naik 8,67 Persen hingga Mei 2026

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus berkoordinasi dengan PLN sekaligus mengawal seluruh aspirasi masyarakat hingga kondisi kelistrikan pulih sepenuhnya.

"Kami memahami betapa besar dampak yang dirasakan masyarakat. Karena itu, seluruh aspirasi telah kami sampaikan secara langsung kepada PLN Pusat. Pemerintah Kota Banjarmasin akan terus mengawal penyelesaian persoalan ini sampai masyarakat kembali mendapatkan pelayanan kelistrikan yang normal dan andal," pungkasnya. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama