| PENANGANAN: PT Jasa Raharja bersama Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem penanganan darurat kecelakaan nasional - Foto Ist |
HABARDIGITAL.COM, JAKARTA – PT Jasa Raharja bersama Palang Merah Indonesia (PMI) memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem penanganan darurat kecelakaan nasional melalui pengembangan sistem respons yang lebih terintegrasi. Komitmen tersebut dibahas dalam pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Akhlak Jasa Raharja, Jakarta, Kamis (9/7/2026).
Pertemuan dihadiri Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin beserta jajaran direksi, serta Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris bersama jajaran. Dalam pertemuan tersebut, kedua institusi membahas sejumlah peluang kolaborasi strategis yang akan diwujudkan melalui berbagai program konkret.
BACA JUGA: Pemkot Banjarmasin Apresiasi Lima Koperasi Berprestasi pada Harkopnas ke-79
Direktur Utama PT Jasa Raharja Muhammad Awaluddin mengatakan, kerja sama dengan PMI merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem keselamatan jalan. Menurutnya, pelayanan kepada korban kecelakaan tidak hanya berfokus pada pemberian santunan, tetapi juga mencakup penanganan sejak menit-menit pertama setelah kecelakaan terjadi.
"Hari ini kami berdiskusi banyak mengenai bagaimana kolaborasi antara PMI dan Jasa Raharja dapat segera diwujudkan dalam bentuk program aksi nyata. Ada beberapa hal yang kami sepakati untuk segera ditindaklanjuti," ujar Awaluddin.
Salah satu kesepakatan utama adalah pengembangan konsep penanganan darurat yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, agar mampu memberikan pertolongan pertama secara cepat dan tepat kepada korban sebelum memperoleh penanganan medis lanjutan.
Selain itu, Jasa Raharja dan PMI juga mendorong penguatan integrasi sistem kegawatdaruratan melalui dukungan relawan, peningkatan kemampuan evakuasi korban, serta pemanfaatan armada ambulans PMI yang tersebar di berbagai daerah.
"Kami juga berdiskusi mengenai pembentukan pilot project di sejumlah daerah yang memiliki tingkat kecelakaan yang relatif tinggi. Ketersediaan ambulans PMI dan jaringan pelayanan yang dimiliki diharapkan dapat menjadi model integrasi penanganan darurat yang nantinya dapat direplikasi di berbagai wilayah," kata Awaluddin.
Ia menegaskan, kolaborasi tersebut merupakan bagian dari komitmen Jasa Raharja dalam memperkuat pendekatan menyeluruh terhadap keselamatan berlalu lintas, mulai dari aspek pencegahan, penanganan korban, hingga perlindungan pascakecelakaan.
Sementara itu, Ketua Bidang Kesehatan dan Sosial Pengurus Pusat PMI Fachmi Idris menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, sinergi dengan Jasa Raharja memiliki nilai strategis karena menggabungkan edukasi keselamatan berlalu lintas dengan kemampuan respons cepat terhadap korban kecelakaan.
"Kami ingin ada upaya yang lebih masif untuk mengedukasi masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas sehingga potensi terjadinya kecelakaan dapat ditekan. Namun, apabila kecelakaan tetap terjadi, korban harus mendapatkan pertolongan pertama secepat mungkin. PMI memiliki kapasitas untuk itu, baik melalui relawan maupun jaringan yang menjangkau hingga tingkat desa," ujarnya.
Fachmi menilai pengalaman Jasa Raharja dalam memberikan perlindungan dasar kepada korban kecelakaan menjadi modal penting untuk membangun kolaborasi yang lebih luas.
"Kami melihat apa yang telah dilakukan Jasa Raharja ternyata jauh lebih maju daripada yang kami bayangkan. Karena itu, kami semangat dan optimistis kerja sama ini akan memberikan manfaat yang saling menguatkan bagi kedua institusi, sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat," katanya.
Sebagai tindak lanjut, Jasa Raharja kembali menggelar pembahasan bersama Pengurus Pusat PMI di Markas PMI Pusat pada Senin (13/7/2026) guna mematangkan draf Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS).
BACA JUGA: TJSL Angkasa Pura Indonesia Sasar Kesehatan, Pendidikan, Lingkungan, dan Rumah Layak Huni
Pembahasan difokuskan pada penguatan layanan kegawatdaruratan bagi korban kecelakaan, edukasi keselamatan dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kesiapsiagaan dan aksi kemanusiaan, serta tata kelola dan perlindungan data.
Pertemuan tersebut juga ditinjau Ketua Umum PMI Jusuf Kalla yang menyambut baik inisiatif kerja sama tersebut. Melalui kolaborasi ini, Jasa Raharja dan PMI berharap dapat mempercepat respons terhadap korban kecelakaan, sekaligus memperluas edukasi keselamatan berlalu lintas dan kepatuhan administrasi kendaraan bermotor melalui jaringan relawan PMI yang tersebar di seluruh Indonesia. (jr/ak)