| SOSIALISASI: Sosialisasi, expose Kerangka Acuan Kerja (KAK), serta focus group discussion (FGD) tahap awal yang digelar di Kantor BPBD Balangan - Foto Dok |
HABARDIGITAL.COM, BALANGAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Balangan mulai menyusun Dokumen Rencana Kontingensi Banjir Bandang melalui kegiatan sosialisasi, expose Kerangka Acuan Kerja (KAK), serta focus group discussion (FGD) tahap awal yang digelar di Kantor BPBD Balangan, beberapa waktu lalu.
Penyusunan dokumen tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut pasca banjir bandang yang melanda Kecamatan Tebing Tinggi pada 27 Desember 2025. Dokumen ini nantinya akan menjadi pedoman operasional bagi seluruh pemangku kepentingan dalam menghadapi situasi darurat banjir bandang di Kabupaten Balangan.
BPBD Balangan menargetkan rencana kontingensi yang disusun dapat sesuai dengan kondisi lapangan serta mudah diimplementasikan oleh seluruh pihak terkait.
Penelaah Teknis Kebijakan BPBD Balangan, Rizky Rahmatillah, mengatakan kegiatan sosialisasi bertujuan memberikan pemahaman awal kepada organisasi perangkat daerah (OPD), TNI dan Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, relawan, perusahaan, serta masyarakat terkait urgensi penyusunan rencana kontingensi.
"Expose KAK memaparkan tujuan, sasaran, metodologi, tahapan, serta target penyusunan dokumen. Sementara FGD tahap awal difokuskan untuk menggali data, potensi ancaman, kapasitas daerah, serta skenario banjir bandang yang pernah terjadi di Balangan, khususnya pasca kejadian Desember 2025," ujarnya.
Melalui FGD tersebut, seluruh pihak diajak untuk menyamakan persepsi sekaligus memetakan peran masing-masing dalam penanganan darurat bencana, sehingga dapat dirumuskan skenario respons yang lebih realistis sesuai kondisi daerah.
Ia menegaskan bahwa peristiwa banjir bandang di Tebing Tinggi pada akhir 2025 menjadi pembelajaran penting dalam memperkuat kesiapsiagaan bencana. Peristiwa tersebut menunjukkan perlunya dokumen yang komprehensif, mulai dari sistem peringatan dini, alur komando, pembagian tugas, jalur evakuasi, hingga skenario pemulihan pascabencana.
"Dengan adanya rencana kontingensi, diharapkan respons saat kejadian menjadi lebih cepat, terkoordinasi, dan dapat meminimalkan dampak terhadap jiwa maupun harta benda masyarakat," katanya.
Rizky menambahkan, penyusunan dokumen ini tidak dapat dilakukan secara sepihak, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan hingga simulasi.
"Rencana kontingensi yang baik lahir dari keterlibatan semua pihak. Melalui sosialisasi dan FGD ini, kami ingin memastikan dokumen yang disusun benar-benar sesuai kondisi Balangan dan dapat diimplementasikan saat dibutuhkan," tegasnya.
Tahapan berikutnya akan dilanjutkan dengan pengumpulan data teknis, analisis kerentanan, penyusunan skenario, hingga uji coba melalui simulasi lapangan.
BPBD Balangan berharap dokumen Rencana Kontingensi Banjir Bandang tersebut dapat segera rampung dan menjadi acuan bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan serta ketangguhan masyarakat menghadapi potensi bencana di Kabupaten Balangan. (mz/ak)