KETERANGAN: Ketua Hiswana Migas Kalimantan Selatan, Hj. Muliana Yuniar saat memberikan keterangannya kepada media - Foto Dok
HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Kalimantan Selatan memastikan alokasi Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi 3 kilogram di Kalimantan Selatan tetap berjalan normal. Kelangkaan yang sempat dikeluhkan masyarakat di sejumlah daerah disebut lebih disebabkan meningkatnya permintaan serta berkurangnya distribusi selama libur panjang.
Ketua Hiswana Migas Kalimantan Selatan, Hj. Muliana Yuniar, mengatakan tidak terdapat pengurangan alokasi LPG 3 kilogram dari Pertamina. Berdasarkan hasil evaluasi bersama seluruh agen LPG di Kalimantan Selatan, distribusi tetap sesuai kuota yang telah ditetapkan.
BACA JUGA: Bank Kalsel Resmi Jadi Bank Devisa, Gubernur Ajak Pengusaha Manfaatkan Layanan Internasional
"Alokasi LPG 3 kilogram sebenarnya tetap normal. Yang kami amati, ada peralihan sebagian masyarakat dari tabung non-subsidi 5,5 kilogram ke tabung subsidi 3 kilogram setelah terjadi kenaikan harga LPG non-subsidi," ujarnya kepada awak media, Sabtu (27/6/2026).
Menurut Muliana, kenaikan harga LPG non-subsidi menyebabkan selisih harga dengan LPG subsidi semakin lebar sehingga mendorong sebagian masyarakat beralih menggunakan tabung bersubsidi. Saat ini, harga LPG non-subsidi ukuran 5,5 kilogram berkisar antara Rp120 ribu hingga Rp130 ribu per tabung, sedangkan LPG 3 kilogram dijual sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp18.500.
"Perbedaan harganya sangat jauh. Itu yang kami lihat menyebabkan sebagian masyarakat beralih menggunakan LPG 3 kilogram," katanya.
Selain meningkatnya konsumsi, distribusi LPG juga sempat mengalami penyesuaian selama libur nasional dan cuti bersama. Pada periode tersebut, penyaluran dari Pertamina tidak berlangsung seperti hari kerja sehingga pasokan ke agen ikut berkurang.
"Normalnya agen mendapat alokasi harian sesuai kontrak, misalnya dua sampai tiga truk per hari. Saat libur panjang memang ada pengurangan penyaluran. Memang ada tambahan dropping, tetapi jumlahnya tidak sebanyak hari kerja," jelasnya.
Meski demikian, ia memastikan distribusi kembali berjalan normal setelah masa libur berakhir. Seluruh agen di Kalimantan Selatan telah melaporkan penyaluran kembali sesuai alokasi yang ditetapkan.
"Di luar hari libur, penyaluran kembali normal. Seluruh agen di Kalimantan Selatan menyampaikan distribusi berjalan sesuai alokasi," ucapnya.
Menanggapi dugaan adanya permainan di tingkat pangkalan yang menyebabkan masyarakat kesulitan memperoleh LPG subsidi, Muliana menegaskan sistem distribusi saat ini diawasi secara ketat melalui sistem digital milik Pertamina.
"Kalau permainan di pangkalan sebenarnya cukup sulit karena seluruh penyaluran diaudit. Penjualan juga dilaporkan secara online melalui sistem Pertamina sehingga seluruh distribusi dapat dipantau," katanya.
Ia mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan, seperti penyaluran yang tidak sesuai peruntukan atau penjualan kepada pihak yang tidak berhak.
"Kalau memang ada dugaan penyimpangan, silakan laporkan ke Pertamina melalui Call Center 135. Nanti akan ditindaklanjuti. Kalau terbukti melanggar, Pertamina bisa memberikan sanksi hingga penghentian penyaluran kepada pangkalan tersebut," tegasnya.
Menurut Muliana, sanksi tidak hanya dapat diberikan kepada pangkalan, tetapi juga kepada agen apabila terbukti melakukan pelanggaran. Penyaluran dari pangkalan yang dikenai sanksi nantinya akan dialihkan ke pangkalan lain di wilayah yang sama agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Ia mengakui sejauh ini terdapat beberapa laporan dugaan pelanggaran, namun jumlahnya relatif sedikit. Selain diawasi secara internal oleh Pertamina, distribusi LPG subsidi juga mendapat pengawasan dari aparat penegak hukum dan satuan tugas terkait.
BACA JUGA: BRI Kotabaru dan PT SD Guthrie International Tingkatkan Sinergi Bisnis
Untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan pasca libur panjang, Hiswana Migas Kalimantan Selatan telah mengusulkan kepada Pertamina agar menambah pasokan LPG 3 kilogram melalui mekanisme extra dropping.
"Kami sudah menyampaikan dalam rapat bersama seluruh agen dan Pertamina agar ada extra dropping sebagai pengganti distribusi yang berkurang saat tanggal merah. Kami berharap Pertamina segera mengatur tambahan alokasi tersebut," ujarnya.
Menurutnya, tambahan pasokan tersebut kemungkinan akan direalisasikan melalui operasi pasar di daerah yang mengalami kelangkaan atau menjual LPG subsidi di atas harga yang telah ditetapkan.
"Kemungkinan besar dalam bentuk operasi pasar. Daerah yang terdeteksi stoknya kosong atau harganya tinggi akan menjadi prioritas untuk mendapatkan tambahan pasokan. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan oleh Pertamina," pungkasnya. (fs/ak)