| SOSREV: Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) - Foto Dok |
HABARDIGITAL.COM, TAPIN – Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Desy Oktavia Sari, menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (SOSREV) di Desa Rangda Malingkung, Kabupaten Tapin, beberapa waktu lalu.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pengurus yayasan, pengelola pondok pesantren, serta para santri. Melalui sosialisasi tersebut, Desy mengajak peserta untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui implementasi ajaran agama yang baik dan benar.
BACA JUGA: Perkuat Internasionalisasi, UCB Jajaki Pengembangan Teknologi AI Bersama Universitas Malaysia
Dalam paparannya, Desy menegaskan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila sejatinya memiliki keselarasan dengan ajaran agama. Menurutnya, prinsip-prinsip seperti keimanan, keadilan, persaudaraan, musyawarah, dan kepedulian sosial merupakan nilai yang juga diajarkan dalam kehidupan beragama.
“Kalau kita perhatikan, nilai-nilai Pancasila itu sangat dekat dengan apa yang diajarkan agama. Karena itu, menjaga dan mengamalkan ajaran agama dengan baik juga menjadi bagian dari menjaga nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Desy juga menyoroti tantangan yang dihadapi masyarakat di era digital. Menurutnya, perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi melalui media sosial membawa berbagai pengaruh yang dapat memengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat, khususnya generasi muda.
Ia menilai penguatan pemahaman agama menjadi salah satu langkah penting agar masyarakat memiliki landasan moral dan nilai yang kuat dalam menyikapi berbagai perubahan yang terjadi.
“Beragam informasi dan gaya hidup dari luar dapat dengan mudah diakses saat ini. Oleh karena itu, pemahaman agama yang baik sangat diperlukan agar masyarakat memiliki pijakan yang kuat dalam menyaring pengaruh yang masuk,” katanya.
Lebih lanjut, Desy menjelaskan bahwa implementasi ajaran agama secara benar dapat menjadi benteng dalam menjaga karakter bangsa. Menurutnya, masyarakat yang memahami dan mengamalkan nilai-nilai agama akan lebih mudah membangun sikap toleran, menghormati sesama, serta mengutamakan kepentingan bersama.
BACA JUGA: Pemprov Kalsel Resmikan Kafe Forester 3, Optimalkan Aset Daerah dan Tingkatkan PAD
Ia berharap para pengurus yayasan, pengelola pondok pesantren, dan santri dapat terus menjadi teladan dalam mengaktualisasikan nilai-nilai agama dan Pancasila secara bersamaan di lingkungan masing-masing.
“Nilai-nilai agama dan Pancasila bukanlah sesuatu yang bertentangan. Keduanya justru saling menguatkan dalam membentuk masyarakat yang berakhlak mulia, rukun, serta memiliki rasa cinta terhadap bangsa dan negara,” tuturnya.
Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, Desy berharap semangat pengamalan nilai-nilai Pancasila dapat terus tumbuh di tengah masyarakat, sehingga mampu memperkuat persatuan, menjaga kerukunan, serta membangun karakter bangsa yang berlandaskan moral dan nilai kebangsaan. (dwn/ak)