![]() |
| SOSIALISASI: Kegiatan sosialisasi bertema “Penguatan Implementasi K3 Berkenaan dengan Risiko Blind-Spot dan Pergerakan Alat/Kendaraan” - Foto Dok |
HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan terus memperkuat implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di lingkungan operasional pelabuhan melalui kegiatan sosialisasi bertema “Penguatan Implementasi K3 Berkenaan dengan Risiko Blind-Spot dan Pergerakan Alat/Kendaraan”.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya preventif untuk meningkatkan kesadaran seluruh pekerja, cleaning service, dan vendor terhadap potensi bahaya yang muncul dari aktivitas pergerakan alat berat dan kendaraan operasional.
BACA JUGA: Tarif Kapal Roro di Banjarmasin Naik 5 Persen Akibat Kenaikan BBM
Sosialisasi disampaikan oleh Yoga Arya Kuswanto selaku Junior Manager HSSE PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan kepada cleaning service dan vendor yang beraktivitas di area pelabuhan. Dalam pemaparannya, disampaikan berbagai langkah antisipatif guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja akibat blind-spot, interaksi manusia dengan alat berat, serta pergerakan kendaraan operasional di area kerja.
Kegiatan ini menitikberatkan pada pentingnya penerapan budaya keselamatan melalui prinsip “Patuhi–Peduli–Intervensi” sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan bebas fatality. Materi yang diberikan mencakup penerapan Stop Work Authority (SWA), penentuan zona aman (safe zone), penggunaan alat peringatan dini pada alat berat, hingga penguatan disiplin penggunaan sabuk keselamatan (seat belt).
Dalam paparannya, Yoga menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijalankan secara disiplin oleh seluruh pihak tanpa terkecuali.
“Risiko blind-spot dan pergerakan alat berat merupakan salah satu potensi bahaya terbesar di area operasional pelabuhan. Oleh karena itu, seluruh pekerja, cleaning service, dan vendor wajib meningkatkan kepedulian dan disiplin terhadap prosedur keselamatan yang telah ditetapkan,” ujarnya seperti dikutip dari siaran pers Pelindo, Selasa (12/05/2026).
Yoga juga menambahkan bahwa penerapan K3 bukan hanya sekadar memenuhi aturan perusahaan, namun merupakan langkah nyata dalam melindungi keselamatan jiwa pekerja dan menjaga kelancaran operasional pelabuhan.
“Kami mengajak seluruh pihak untuk berani melakukan intervensi apabila menemukan kondisi tidak aman serta selalu memastikan berada di zona aman saat alat bergerak,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan berharap seluruh cleaning service dan vendor dapat semakin memahami pentingnya pengendalian risiko di area operasional, khususnya terkait blind-spot dan mobilisasi alat/kendaraan.
BACA JUGA: BPBD Balangan: Kebakaran Hanguskan Lima Rumah di Desa Muara Ninian
Penguatan implementasi K3 secara konsisten, diharapkan pihak Pelindo, juga mampu menekan angka kecelakaan kerja serta mendukung terciptanya budaya keselamatan yang berkelanjutan.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 3 Subregional Kalimantan menegaskan, bahwa pihaknya berusaha untuk terus meningkatkan pengawasan, sosialisasi, dan edukasi HSSE, guna memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan dengan aman, tertib, dan sesuai standar keselamatan kerja yang berlaku. Semangat “Stop Fatality” dan “Zero Tolerance for Equipment/Vehicle Movement Risk” menjadi landasan utama pihaknya dalam menjaga keselamatan seluruh insan pelabuhan. (rls/ak)
