![]() |
| FILM: Rumah produksi Trazz Pictures tengah menyiapkan proyek film horor terbaru berjudul Kota Gaib: Alam Sebelah dengan mengambil lokasi syuting di Banjarmasin, Kalsel - Foto Istimewa |
HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – Sutradara Tarmizi Abka bersama rumah produksi Trazz Pictures tengah menyiapkan proyek film terbaru berjudul Kota Gaib: Alam Sebelah dengan mengambil lokasi syuting di Banjarmasin, Kalimantan Selatan dan sekitarnya.
Sebelumnya Tarmizi Abka beserta team Trazz Picture juga telah menggarap filam Jejak cinta, Senyum Merah Putih, Sayap Garuda, Tanah dayak dan lainnya.
Tarmizi mengungkapkan, kedatangannya ke Banjarmasin dilakukan untuk melakukan survei lokasi (location hunting) setelah sebelumnya menyelesaikan proses syuting film Tanah Dayak di Pangkalan Bun belum lama tadi. Ia menargetkan film tersebut dapat tayang pada pertengahan tahun depan.
“Ini memang mendadak karena target kami awal hingga pertengahan tahun depan film ini sudah bisa tayang. Setelah dari Pangkalan Bun, saya langsung ke Banjarmasin untuk survei lokasi,” ujarnya, saat Press conference, Jumat (24/4/2026) di Rumah Makan Sambal Acan Raja Banjar, Banjarmasin.
Menurut Tarmizi, film Kota Gaib: Alam Sebelah diangkat dari hasil riset tim yang menemukan banyak cerita masyarakat terkait fenomena “alam sebelah” di Kalimantan. Konsep ini dipilih untuk menghadirkan perspektif berbeda dari film horor pada umumnya yang identik dengan gambaran kota gaib yang megah, seperti Saranjana.
“Selama ini orang mengenal kota gaib seperti Saranjana. Padahal di Kalimantan, istilah yang lebih dekat adalah ‘alam sebelah’. Itu yang ingin kami angkat, lebih membumi dan dekat dengan cerita masyarakat,” jelasnya.
Selain Banjarmasin, tim juga berencana menjelajahi sejumlah lokasi lain di Kalimantan Selatan, termasuk wilayah Kabupaten Banjar. Beberapa lokasi yang masuk dalam daftar eksplorasi antara lain kawasan sungai, hutan, hingga Pulau Curiak yang dikenal dengan habitat bekantan dan suasana alamnya yang khas.
Dalam proses produksi, Tarmizi menegaskan akan melibatkan talenta lokal Kalimantan, baik sebagai pemain maupun kru pendukung. Hal ini dilakukan untuk mengangkat potensi daerah sekaligus menjaga keaslian dialog yang menggunakan bahasa Banjar.
“Kami pasti pakai pemain lokal, karena banyak dialog yang harus menggunakan bahasa daerah. Ini juga bagian dari upaya mengangkat potensi anak muda di Kalimantan, kita juga berharap bisa mendapat dukungan dari pihak pemda setempat,” katanya.
Sementara itu, untuk pemeran nasional, pihaknya masih dalam tahap penjajakan dan belum dapat mengumumkan nama karena proses kontrak belum rampung. Tim casting disebut telah mengantongi lebih dari 10 kandidat aktor dari ibu kota.
![]() |
| PRESS CONFERENCE: Sutradara Tarmizi Abka dan Team tengah menyiapkan proyek film terbaru - Foto Dok |
Film ini akan mengusung genre drama horor dengan sentuhan edukasi dan nilai budaya. Tarmizi berharap, selain menghadirkan hiburan, film tersebut juga memberikan pesan moral kepada penonton.
“Kami ingin film ini tidak hanya horor, tetapi juga ada edukasi dan nilai budaya. Jadi penonton pulang dari bioskop membawa pesan,” tambahnya.
Ia juga menilai pasar film horor di Indonesia masih sangat besar, dengan jumlah penonton yang relatif tinggi dibandingkan genre lain. Meski demikian, pihaknya menargetkan film ini tidak hanya sukses di dalam negeri, tetapi juga mampu menembus pasar Asia.
BACA JUGA: Transformasi BTN Syariah Berbuah Manis, BSN Pimpin Pasar KPR FLPP
Produksi film Kota Gaib: Alam Sebelah turut melibatkan dukungan berbagai pihak, termasuk rekanan internasional dari Belgia yang tertarik dengan potensi perfilman Indonesia, khususnya cerita berbasis budaya lokal.
Hingga kini, tim masih terus melakukan eksplorasi lokasi serta membuka peluang kerja sama dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal guna mendukung kelancaran proses produksi. (fs/ak)

