![]() |
| PERESMIAN: Walikota Banjarmasin meresmikan Sekbar Damkar - Foto Dok |
HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN — Sekretariat Relawan Pemadam Kebakaran Banjarmasin Barat (REDBAR) resmi diresmikan pada Jumat (10/4/2026) di belakang Kantor Kecamatan Banjarmasin Barat. Peresmian ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi penanganan kebencanaan berbasis masyarakat.
Kegiatan yang dirangkai dengan halal bihalal Syawal 1447 Hijriah tersebut dihadiri Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR, camat, lurah, unsur TNI/Polri, relawan damkar, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Wali Kota Yamin menegaskan bahwa keberadaan sekretariat tidak hanya sebagai fasilitas fisik, melainkan pusat koordinasi dan gerakan bersama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat.
“Sekretariat ini bukan hanya tempat berkumpul relawan, tetapi pusat gerak bersama. Saya minta lurah, camat, dan seluruh relawan benar-benar aktif menggerakkan masyarakat, karena perlindungan warga dimulai dari lingkungan terkecil,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya perubahan pola kerja di tingkat kelurahan. Menurutnya, lurah tidak lagi sekadar menjalankan fungsi administratif, tetapi harus menjadi motor penggerak kesadaran masyarakat, baik dalam pencegahan kebakaran maupun pengelolaan lingkungan.
“RT, RW, lurah, dan relawan harus bergerak bersama agar potensi kebakaran dapat dicegah sejak dini,” katanya.
Lebih lanjut, Yamin mengaitkan upaya tersebut dengan komitmen pemerintah dalam pengelolaan lingkungan, termasuk kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL). Ia menilai, aspek keselamatan dan lingkungan harus dibangun dalam satu sistem terpadu.
“Kerja sama pengolahan sampah menjadi energi yang telah ditandatangani bukan sekadar proyek, tetapi arah masa depan kota. Namun, keberhasilannya tetap bergantung pada peran lurah dan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya,” jelasnya.
Keberadaan sekretariat relawan damkar dinilai menjadi kekuatan baru dalam meningkatkan koordinasi yang lebih cepat dan terstruktur. Dukungan pemerintah serta keterlibatan relawan menjadi modal penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kebakaran.
Meski demikian, pemerintah juga mengakui adanya sejumlah tantangan di lapangan, seperti rendahnya kesadaran masyarakat, pola hidup yang belum disiplin terhadap lingkungan, serta potensi lemahnya koordinasi antarwilayah.
Untuk itu, pemerintah mendorong langkah konkret yang langsung menyentuh masyarakat. Lurah diminta aktif membentuk gerakan lingkungan di tingkat RT dan RW, sementara relawan damkar diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan kebakaran, tetapi juga edukasi pencegahan.
“Saya ingin semua bergerak. Lurah jangan hanya menunggu, relawan jangan hanya siaga saat kejadian. Edukasi, sosialisasi, dan aksi nyata harus berjalan terus di masyarakat,” tegas Yamin.
Peresmian sekretariat ini menjadi penegasan bahwa upaya menjaga keselamatan dan lingkungan di Kota Banjarmasin memerlukan kolaborasi kuat dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah hingga masyarakat di tingkat paling bawah. (hum/ak)
