![]() |
| SAMBUTAN: Ketua DPW ALFI/ILFA Kalsel, Saut Nathan Samosir saat sambutan - Foto Dok |
HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – Ratusan pelaku Jasa Pengurusan Transportasi (JPT) bersama insan maritim menghadiri kegiatan halalbihalal yang digelar Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) Kalimantan Selatan (Kalsel), Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kedai 99 Trisakti, Jalan Yos Sudarso, Banjarmasin Barat, ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca-Hari Raya Idulfitri, tetapi juga dimanfaatkan sebagai forum strategis untuk melakukan evaluasi serta mengantisipasi tantangan di sektor logistik.
Acara tersebut turut dihadiri Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, bersama jajaran pengurus dan anggota ALFI/ILFA Kalsel.
Ketua DPW ALFI/ILFA Kalsel, Saut Nathan Samosir, mengatakan halalbihalal menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antaranggota sekaligus saling memaafkan.
“Hari ini kita berkumpul untuk mempererat silaturahmi dan saling memaafkan. Kebersamaan ini penting untuk menjaga soliditas organisasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kekompakan merupakan kunci utama dalam menghadapi dinamika sektor pelabuhan dan distribusi logistik yang terus berkembang.
Ketua Panitia Pelaksana, Bambang Fry, menekankan pentingnya harmonisasi antarpelaku usaha logistik agar sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam mendukung sektor transportasi.
“Kita ingin membangun kebersamaan dan harmonisasi agar sektor logistik dan pelabuhan dapat berjalan searah dengan kebijakan pemerintah,” katanya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPW ALFI/ILFA Kalsel, Bagus Setiyadi, menyebut kegiatan tersebut menjadi wadah untuk menyerap aspirasi anggota sekaligus melakukan evaluasi internal organisasi.
“Masih banyak yang perlu diperbaiki. Peran kita adalah menjembatani kepentingan anggota dengan pemangku kepentingan,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya sektor logistik dalam mendukung perekonomian daerah, mulai dari distribusi bahan pokok hingga material pembangunan.
“Logistik berpengaruh langsung terhadap pembangunan dan ekonomi daerah. Peran kita sangat strategis,” tegasnya.
Bendahara ALFI/ILFA Kalsel, Fery Suseno, menambahkan bahwa Banjarmasin selama ini dikenal sebagai pintu gerbang distribusi di Kalimantan. Peran tersebut, menurutnya, harus terus dijaga dan diperkuat, terlebih dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN).
“Kita ingin menjaga marwah Banjarmasin sebagai kota distribusi utama di Kalimantan,” ujarnya.
Terkait kondisi terkini, ia memastikan aktivitas logistik masih berjalan normal tanpa kendala berarti.
“Sampai saat ini kondisi logistik masih aman dan operasional berjalan seperti biasa,” tambahnya.
Meski demikian, Bagus mengingatkan seluruh pelaku usaha untuk tetap waspada terhadap dinamika global, termasuk potensi kenaikan biaya logistik akibat perubahan kebijakan seperti kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).
“Jika BBM naik, tentu biaya logistik ikut terdampak. Namun, kita tidak ingin berspekulasi dan tetap menunggu kebijakan resmi pemerintah agar tidak memicu inflasi,” tegasnya.
Di akhir kegiatan, Saut berharap ALFI/ILFA Kalsel tetap solid dan terus berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.
“Kita berharap organisasi ini tetap eksis, semakin kuat, dan seluruh anggota terus saling mendukung,” pungkasnya. (fs/ak)
