Pondasi Turun, Anggota DPRD Banjarmasin: SDN Sungai Lulut 3 Butuh Perbaikan Segera

KUNJUNGAN: Kepala SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin, Huda Ahmadi, S.Pd., M.Pd saat menunjukkan lantai yang melengkung ke bawah kepadaAnggota DPRD Kota Banjarmasin dari Komisi IV, Saut Nathan Samosir dari PDIP - Foto Dok

HABARDIGITAL.COMBANJARMASIN – Pascabanjir yang terjadi beberapa kali, dua ruang kelas di SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin mengalami kerusakan serius akibat penurunan pondasi. Kondisi lantai yang melengkung ke bawah dinilai membahayakan keselamatan siswa dan guru.

Kepala SDN Sungai Lulut 3 Banjarmasin, Huda Ahmadi, S.Pd., M.Pd., mengatakan bahwa genangan air sempat merendam area sekolah. Meski saat ini lapangan dan sebagian besar ruang kelas sudah mulai mengering, dampak kerusakan struktural masih terlihat.

BACA JUGA: DPRD Kalsel Dukung Persiapan Operasi Ketupat 2026

“Setelah banjir, ada tambahan ruang kelas yang mengalami penurunan pondasi. Lantainya sudah tidak rata dan melengkung ke bawah, sehingga cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.

Sebagai langkah antisipasi, pihak sekolah mengalihkan rombongan belajar ke ruang kelas lain untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Sekolah juga sempat menerapkan sistem pembelajaran bergantian (shift), dengan pembagian kelas pagi dan siang. Namun, sistem tersebut dinilai kurang efektif.

“Beberapa hari kami coba sistem shift, tetapi terasa tidak efektif. Akhirnya kami memanfaatkan ruangan yang tersedia di sekolah,” jelasnya.

Huda menambahkan, pihak sekolah telah melaporkan kondisi tersebut kepada Dinas Pendidikan. Kepala dinas bahkan telah meninjau langsung kondisi sekolah saat banjir melanda dan melihat kerusakan lantai yang melengkung.

“Beliau sudah menjanjikan perbaikan direncanakan pada 2026 ini,” katanya.

Selain ruang kelas, halaman sekolah juga kerap terdampak banjir pasang setiap tahun, bahkan bisa berlangsung hingga Maret. Kondisi tersebut menghambat aktivitas belajar mengajar, termasuk pelaksanaan upacara dan pelajaran olahraga.

Sementara itu, Anggota DPRD Kota Banjarmasin dari Komisi IV, Saut Nathan Samosir, yang meninjau langsung lokasi sekolah menyebut kondisi dua ruang kelas tersebut sudah tidak layak digunakan.

“Pondasi lantainya sudah turun. Kalau saya lihat, dua ruangan itu tidak layak lagi dipakai, termasuk bagian terasnya. Ini bisa mengganggu keselamatan murid dan guru,” tegasnya.

Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kota Banjarmasin untuk memastikan perbaikan sekolah tersebut masuk dalam prioritas anggaran 2026.

“Tadi pagi saya sudah koordinasi dengan Kepala Dinas Pendidikan dan memastikan apakah sudah masuk dalam perencanaan anggaran 2026. Prinsipnya, sekolah ini akan diperbaiki tahun ini,” ujarnya.

Menurutnya, proses pembangunan diperkirakan membutuhkan waktu cukup lama, sehingga pihak sekolah perlu menyiapkan skema pembelajaran sementara agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan.

“Kita harapkan perbaikan ini bisa diprioritaskan dan tidak menunggu hingga akhir tahun, mengingat kondisi lantai sudah membuat waswas,” tambahnya.

BACA JUGA: Jelang Idulfitri 1447 H, Ekspedisi Lintas Jawa Group Catat Kenaikan Pengiriman

Saat ini, satu ruang kelas sudah tidak digunakan karena kondisi yang membahayakan, sementara satu ruang lainnya masih terpaksa difungsikan karena keterbatasan ruang belajar.

Pihak sekolah berharap, dengan adanya kunjungan dan perhatian dari DPRD, perbaikan gedung dapat segera direalisasikan agar siswa dan guru dapat kembali menjalankan aktivitas belajar mengajar dengan aman dan nyaman. (fs/ak)

Lebih baru Lebih lama