Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,46 Persen, OJK Sebut Sektor Keuangan Tetap Solid

MEDIA UPDATE: Kepala OJK Provinsi Kalsel Agus Maiyo (tengah) menyampaikan perkembangan perekonomian di Kalsel - Foto Dok

HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN – Kinerja sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan pada awal tahun 2026 terpantau stabil. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Selatan menyebutkan bahwa aktivitas lembaga jasa keuangan masih menunjukkan pertumbuhan positif dengan risiko yang tetap terjaga.

Dalam siaran pers yang dirilis di Banjarmasin, Jumat (13/3/2026), OJK menyampaikan bahwa kondisi ekonomi global masih relatif baik. Hal ini didorong oleh penguatan sektor manufaktur dunia dan meningkatnya kepercayaan konsumen. Meski demikian, tensi geopolitik di awal tahun 2026, termasuk situasi di Timur Tengah serta dinamika perdagangan Amerika Serikat, masih menjadi risiko yang dapat memicu volatilitas pasar keuangan global.

Ekonomi Kalsel Tumbuh 5,46 Persen

Secara regional, perekonomian Kalimantan Selatan pada kuartal IV 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,46 persen (year on year/yoy). Angka tersebut meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 5,19 persen.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Kalsel mencapai 5,22 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen.

Tiga sektor utama yang menopang Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kalimantan Selatan antara lain:

• Sektor pertambangan dengan kontribusi 23,20 persen

• Sektor pertanian sebesar 12,68 persen

• Industri pengolahan sebesar 11,37 persen

Kredit Perbankan Tumbuh Positif

Kinerja intermediasi perbankan di Kalimantan Selatan juga masih menunjukkan tren positif. Pada Januari 2026, total kredit yang disalurkan mencapai Rp82,29 triliun atau tumbuh 6,71 persen secara tahunan.

Kualitas kredit tetap terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) sebesar 2,63 persen.

Berdasarkan jenis penggunaannya:

• Kredit investasi mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 28,16 persen

• Kredit konsumsi tumbuh 6,78 persen

• Kredit modal kerja mengalami kontraksi 8,23 persen

Penyaluran kredit investasi terbesar tercatat di Kota Banjarmasin dengan nilai mencapai Rp19,05 triliun.

Sementara itu, porsi kredit untuk sektor UMKM mencapai 26,86 persen dari total kredit di Kalimantan Selatan. Sektor industri pengolahan menjadi penerima pembiayaan UMKM terbesar dengan pertumbuhan 21,90 persen.

Dana Pihak Ketiga dan Aset Perbankan Meningkat

OJK juga mencatat pertumbuhan sejumlah indikator perbankan lainnya. Aset perbankan di Kalimantan Selatan meningkat 6,05 persen secara tahunan.

Dana pihak ketiga (DPK) juga naik 5,68 persen, dengan kontribusi terbesar berasal dari:

• Giro yang tumbuh 11,97 persen

• Tabungan naik 3,92 persen

• Deposito meningkat 0,74 persen

Secara wilayah, Kota Banjarmasin menjadi daerah dengan pangsa DPK terbesar, mencapai Rp61,2 triliun atau sekitar 62,42 persen dari total DPK di Kalimantan Selatan.

Pasar Modal dan Investor Terus Bertambah

Kinerja pasar modal di Kalimantan Selatan juga menunjukkan tren positif. Hingga Desember 2025, nilai transaksi saham tercatat mencapai Rp3,62 triliun.

Jumlah investor saham juga meningkat signifikan dengan total Single Investor Identification (SID) mencapai 497.131 investor.

Sementara itu, instrumen reksa dana juga mengalami penguatan. Nilai penjualan reksa dana di Kalimantan Selatan mencapai Rp0,715 triliun dengan jumlah investor mencapai 995.860 SID.

Pembiayaan Online Tumbuh Pesat

Di sektor Industri Keuangan Nonbank (IKNB), sejumlah indikator juga menunjukkan perkembangan.

Outstanding pembiayaan pinjaman daring (pindar) tercatat mencapai Rp1,026 triliun atau tumbuh 31,13 persen secara tahunan dengan tingkat risiko kredit (TWP90) sebesar 2,26 persen.

Selain itu:

• Piutang perusahaan pembiayaan mencapai Rp11,89 triliun

• Pembiayaan modal ventura sebesar Rp97 miliar

• Aset bersih dana pensiun tumbuh menjadi Rp377 miliar

Edukasi Keuangan dan Perlindungan Konsumen

Sepanjang Januari hingga Februari 2026, OJK Kalimantan Selatan telah melaksanakan 11 kegiatan edukasi keuangan yang diikuti oleh 1.063 peserta.

Materi yang diberikan antara lain:

• Pengenalan OJK

• Produk lembaga jasa keuangan

• Edukasi kewaspadaan terhadap aktivitas keuangan ilegal

Selain itu, layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang diproses OJK selama periode tersebut mencapai 3.489 permintaan, dengan mayoritas melalui layanan walk-in.

OJK juga menerima 177 pengaduan konsumen. Pengaduan paling banyak berasal dari sektor fintech peer-to-peer lending, bank umum, dan perusahaan pembiayaan.

Dorong Akses Keuangan Melalui TPAKD

Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kalimantan Selatan terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan inklusi keuangan masyarakat.

Program utama yang dijalankan pada 2026 meliputi:

• Kredit/Pembiayaan Melawan Rentenir (K/PMR)

• Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR)

• Ekosistem Keuangan Inklusif di wilayah perdesaan

• Program bank sampah

• Product dan business matching

OJK menegaskan akan terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan sekaligus meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. (ojk/fs)

Lebih baru Lebih lama