Wali Kota HM Yamin Marah, Mesin Pengolah Sampah Dibiarkan Mandek

 

TINJAU: Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, saat meninjau operasional BRC di Basirih - Foto kula hmy

HABARDIGITAL.COM, BANJARMASIN - Raut kecewa dan marah terlihat di wajah Wali Kota Banjarmasin, HM Yamin HR, saat mengunjungi Komplek Pergudangan 88 Bumi Basirih, Selasa (10/2/2026).

Bau menyengat sampah menyeruak di lokasi pengolahan sampah atau Banjarmasin Recycle Center (BRC), itu.

Di antara tumpukan sampah yang seharusnya sudah terolah, sejumlah mesin pengolah sampah justru tampak diam. 

Pemandangan itu memicu reaksi keras Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR.

Di hadapan jajaran Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD), Yamin tidak menyembunyikan kekecewaannya.

“Jangan dibiarkan alat ini mangkrak. Percuma punya tempat besar tapi tidak maksimal. Kita ini sedang berpacu dengan waktu, volume sampah terus bertambah setiap hari,” tegasnya.

BRC dibangun sebagai pusat pengelolaan dan daur ulang sampah Kota Banjarmasin. Fasilitas ini diproyeksikan menjadi solusi pengurangan volume sampah, khususnya sampah plastik yang dapat diolah menjadi RDF (Refuse Derived Fuel).

Namun fakta di lapangan berbeda. Sejumlah mesin pengolah mengalami kerusakan dan belum diperbaiki. Bahkan ada unit mesin yang sudah tiba sejak beberapa waktu lalu, tetapi belum difungsikan.

Akibatnya, kapasitas pengolahan yang ditargetkan belum tercapai. Saat ini, BRC hanya mampu mengolah sekitar lima truk sampah per hari. Padahal, menurut Yamin, angka tersebut jauh dari kebutuhan ideal kota.

“Saya minta ini segera ditindaklanjuti. Kalau bisa, setiap hari minimal 10 truk masuk dan terolah. Jangan sampai fasilitas sudah ada, tapi tidak memberi dampak signifikan,” ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Yamin langsung memanggil Kepala DLH Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, serta Kepala BPKPAD, Edy Wibowo. Ia meminta keduanya segera berkoordinasi untuk mengidentifikasi kendala teknis dan administratif yang menghambat operasional BRC.

Menurut Yamin, permasalahan pengelolaan sampah tidak bisa hanya diserahkan pada satu dinas. Dibutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari aspek teknis, penganggaran, hingga pengawasan.

Di tengah krisis sampah yang setiap hari bertambah, fasilitas strategis justru belum bekerja maksimal. 

Padahal, waktu tidak pernah berpihak pada kota yang memproduksi ratusan ton sampah setiap hari.

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKPAD) Kota Banjarmasin, Edy Wibowo. 

Ketiganya membahas langsung hambatan teknis dan administratif yang selama ini menghambat optimalisasi BRC.

 “Jangan dibiarkan alat ini mangkrak. Percuma kita punya tempat besar kalau tidak maksimal. Kita berpacu dengan waktu, sementara sampah terus bertambah,” Wali Kota Banjarmasin, H. Muhammad Yamin HR

Wali Kota menegaskan, persoalan sampah bukan kerja santai dan bukan tanggung jawab satu dinas. 

Dibutuhkan aksi nyata, kolaborasi lintas sektor, dan keputusan cepat agar BRC benar-benar menjadi solusi, bukan sekadar bangunan. (pem/hmy/ak)

Lebih baru Lebih lama