DPRD Kalsel Dorong Hilirisasi Peternakan dan Perkebunan Terintegrasi dengan Cadangan Pangan

RAKOR: Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel di Banjarbaru - Foto Dok


HABARDIGITAL.COM, BANJARBARU – Upaya hilirisasi sektor peternakan dan perkebunan di Kalimantan Selatan (Kalsel) dinilai harus dibarengi dengan penguatan sistem cadangan pangan daerah. Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi II DPRD Kalsel, Firman Yusi, saat Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalsel di Banjarbaru, Kamis (12/2/2026).

Menurut Firman, hilirisasi tidak boleh berhenti pada peningkatan produksi bahan mentah semata, melainkan harus mampu mendorong nilai tambah melalui proses pengolahan, pengemasan, hingga distribusi. Dengan demikian, petani dan peternak tidak hanya menjadi pemasok komoditas primer, tetapi juga bagian dari rantai industri yang memberikan keuntungan lebih besar.

BACA JUGA: Gubernur Beri Arahan dalam Rapat Percepatan Penyerapan Anggaran

“Hilirisasi adalah kunci meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Tidak bisa terus menjual bahan baku, harus ada pengolahan dan jaminan pasar,” ujarnya.

Firman menegaskan pentingnya pembangunan gudang pangan sebagai cadangan pangan provinsi. Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan, gudang tersebut juga menjadi buffer stock untuk menjaga stabilitas harga di pasaran.

Saat produksi melimpah dan harga turun, pemerintah dapat menyerap hasil petani dan peternak. Sebaliknya, ketika terjadi kelangkaan atau gejolak harga, stok dapat dilepas untuk menjaga keseimbangan pasar.

Ia menilai integrasi antara hilirisasi dan sistem cadangan pangan akan memperkuat ketahanan pangan Kalsel. Komoditas perkebunan dan peternakan perlu diarahkan pada pengolahan lanjutan agar memberikan nilai tambah di daerah.

BACA JUGA: Hadapi Bonus Demografi, Balangan Tingkatkan Kapasitas ASN

Selain itu, Firman mendorong sinergi lintas dinas serta dukungan infrastruktur, seperti cold storage, rumah potong hewan (RPH) standar, unit pengolahan, dan fasilitas logistik.

“Kita ingin dari hulu sampai hilir terintegrasi. Produksi kuat, pengolahan berkembang, distribusi lancar, dan cadangan pangan aman,” tegasnya.

Ia berharap perencanaan pembangunan ke depan berorientasi pada peningkatan nilai tambah, ketahanan pangan, serta kesejahteraan pelaku usaha lokal.

“Hilirisasi dan gudang pangan harus menjadi bagian strategi besar pembangunan ekonomi Kalsel,” pungkasnya. (net/ak)

Lebih baru Lebih lama