Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Tegaskan Komitmen Perlindungan Perempuan dan Anak

SEMINAR: Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Jihan Hanifa, saat menghadiri Seminar Nasional - Foto Istimewa


HABARDIGITAL.COM, BANJAR - Komitmen terhadap perlindungan perempuan dan anak kembali ditegaskan Ketua Komisi IV DPRD Kalimantan Selatan, Jihan Hanifa, saat menghadiri Seminar Nasional bertema “Peningkatan Kesadaran Pencegahan Kekerasan Seksual pada Perempuan dan Anak” yang digelar di Aula Bukit Bintang, Karang Intan, Kabupaten Banjar, beberapa waktu lalu.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dispora Kalsel bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah Kalsel tersebut menjadi momentum penting bagi Jihan untuk menegaskan peran DPRD dalam memperkuat regulasi, edukasi publik, serta pengawasan lapangan demi melindungi perempuan dan anak dari berbagai bentuk kekerasan.

BACA JUGA: Wakil Wali Kota Banjarmasin Buka Rakor Apel Siaga Bencana Hidrometeorologi 2025

Dalam penyampaiannya, Jihan menyoroti meningkatnya kasus perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah, yang kini menjadi perhatian serius berbagai kalangan.

“Kasus kekerasan seksual pada perempuan dan anak tidak hanya merusak masa depan korban, tetapi juga mengancam kualitas generasi kita di masa depan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jihan menjelaskan bagaimana DPRD menjalankan perannya dalam memperkuat perlindungan melalui regulasi dan aksi langsung di lapangan.

“Melalui Komisi IV, kami berkomitmen memperkuat upaya pencegahan dengan mendorong implementasi regulasi yang sudah ada serta memastikan layanan perlindungan dapat dijangkau oleh masyarakat hingga tingkat desa,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa DPRD tidak hanya membuat aturan, tetapi juga memastikan setiap kasus mendapatkan perhatian, pendampingan, dan rujukan ke lembaga terkait. Komitmen tersebut mencakup penyediaan dukungan psikososial, koordinasi dengan aparat penegak hukum, serta penguatan layanan perlindungan yang cepat dan mudah diakses masyarakat.

Jihan juga berharap seluruh elemen masyarakat terlibat aktif dalam upaya pencegahan, mulai dari memberikan edukasi, berani melapor, hingga membangun kesadaran kolektif.

Pada kesempatan yang sama, Kabid PPA DP3AKB Kalsel, M. Pandu Aksana, turut menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat dan penguatan layanan pengaduan sebagai kunci utama memutus rantai kekerasan seksual.

BACA JUGA: Wagub Kalsel Hadiri Puncak Harjad ke-75 Kabupaten HSS

Dukungan juga datang dari Anggota KPAI, Dr. Diyah Puspitarini, M.Pd., yang hadir secara daring melalui Zoom. Ia menegaskan bahwa literasi digital, pengawasan keluarga, dan pendidikan karakter merupakan benteng efektif dalam menghadapi pola kekerasan seksual yang semakin kompleks.

Seminar ini diharapkan menjadi sarana memperkuat kolaborasi antarinstansi, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk menciptakan lingkungan yang aman dan melindungi seluruh kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak. (hum/ak)

Lebih baru Lebih lama