KpwBI Kalsel Optimis Media Turut Menjaga Perekonomian Indonesia

 

REFRESHMENT: KpwBI Kalsel ajak jurnalis ke Kota Batu, Jatim - Foto Dok 

HABARDIGITAL.COM, BATU - Sebagai upaya meningkatkan wawasan dan memperkaya bahasa jurnalistik, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kalimantan Selatan menggelar kegiatan Refreshment Wartawan Kalsel, Senin (24/10/2022) di Kota Batu, Jawa Timur.

Kegiatan dibuka Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalsel Bimo Epyanto. Dalam sambutannya Bimo menyatakan adanya kegiatan ini bisa menciptakan komunikasi dua arah, sehingga informasi yang diperoleh bisa seimbang dan sesuai dengan fakta.

Ia berharap, awak media turut serta menjaga ke optimisme perekonomian Indonesia.


"Tahun depan tantangan ekonomi Indonesia memang makin sulit seiring ketidakpastian situasi ekonomi dan keamanan global. Namun awak media harus tetap menjaga keoptimisannya dengan cara memberikan informasi yang positif serta membangun untuk ketahanan ekonomi nasional," tegasnya.


Melalui cara tersebut dirinya meyakini Indonesia bisa tetap bertahan dan bertumbuh di tahun 2023 mendatang.

"Pemerintah bersama BI juga terus melakukan sejumlah upaya konkrit dan strategis agar ekonomi Indonesia bisa bertahan di situasi tidak menentu seperti sekarang," tambahnya.

Dalam kesempatan ini dirinya juga mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada awak media yang sudah mendukung Perwakilan BI Provinsi Kalsel dalam berbagai pemberitaan yang positif dan membangun.

"Semoga kolaborasi ini dapat terus kita jaga. Karena hal itu sangat penting bagi kita semua untuk menjaga perekonomian daerah dan nasional agar tetap stabil dan bertumbuh," tuturnya.

Pada kesempatan tersebut, hadir dua narasumber jurnalis senior yakni Direktur pemberitaan JTV, Abdul Rokhim dan Choirul Anam dari Bisnis Indonesia.

Dalam paparannya, Abdul Rokhim lebih menekankan topik implementasi bahasa jurnalistik dalam penulisan berita dan artikel, sehingga bahasa yang disampaikan dapat dimengerti masyarakat.

"Dalam penulisan suatu berita saya memberikan tujuh poin yang dalam istilah saya disebut "Rukun Iman Berita" yang terdiri dari Penting, Aktual, Unik, Asas Kedekatan, Asas Keterkenalan, Maginitude (memiliki daya tarik) dan Human Interest. Ketujuh poin tersebut merupakan kunci agar masyarakat tertarik untuk membaca suatu berita," ungkapnya.

Sementara itu, Choirul Anam menjelaskan bagaimana penulisan judul yang singkat dan menarik untuk dibaca. Ia juga mengajarkan cara penulisan lead berita yang baik sehingga para pembaca langsung nyaman dan tertarik untuk membaca hingga akhir. (fsl)

Lebih baru Lebih lama